Laras terengah-engah menunggangi kuda kesukaannya. Peluh itu bercucuran dari dahi, jatuh ke tubuh yang polos tanpa apapun, mengkilat menjadikan kesan seksi pada bagian tubuh yang sudah diperbesar. Dibawahnya, Anton tersenyum menikmati tunggangan dari wanita ini. Mau bagaimanapun, ia sudah kecanduan akan pesona Laras. Harum tubuh wanita ini, lekuk tubuhnya selalu terbayang. Begitupun Laras.. Di mulutnya terucap untuk menghentikan hubungan terlarang ini, tapi dalam hati mengingkari. Penerimaan Anton, sikapnya yang dewasa dan selalu memanjakan dengan hal duniawi membuatnya terbuai. Hati ini masih mencintai suaminya, tapi di dalam tempat yang kecil juga ada nama Anton disana. Laras terjatuh dalan pelukan Anton setelah ia selesai dengan urusannya, pria ini pun mengecupi dahi Laras dengan kasih sayang. "Kamu selalu nikmat." Tidak ada yang berubah. Laras tersenyum. Ia memeluk lengan yan
Magbasa pa