"Ku akui kamu memang playboy cap kapak, Sat!" Gior memberikan dua jempolnya.Baru bertemu di auditorium saat wisuda, Satria sudah bisa menancapkan panah asmaranya ke perempuan yang baru. Satria yang dijuluki seperti itu hanya tersenyum. Matanya tak henti menatap Cecil yang sejak tadi tertegun disana memandanginya."Jangan panggil aku Satria jika tidak bisa menaklukan wanita!" Ucap Satria dengan bangganya."Anak nakal!""Aduh!" Satria mengaduh ketika kepalanya di pukul. Ketika ia ingin membalas, ia terkejut ketika ibunya lah yang berdiri di belakangnya. "Mama!""Ngapain kamu tadi mencium-cium perempuan? Masih belum berubah juga kamu rupanya!" Dian memukul lagi anaknya dengan gemas.Dior, Reza dan Pras yang melihat temannya di terkam hewan buas langsung kabur begitu saja."Cukup, ma! Aku malu!" Teriak Satria melindungi dirinya dari pukulan Dian."Harusnya kamu bersyukur bisa lulus tepat waktu, Satria! Hentikan main-main dan fokus sekarang. Kamu harus cari pekerjaan.""Iya, ma." Satria
続きを読む