["Keluar sekarang."] Mata Cecil membulat saat menerima pesan dari Satria. Baru saja dia hendak merebahkan punggungnya di atas kasur, tapi Satria malah mengirim pesan. "Ada masalah apa, ya?" Cecil jadi heran sendiri. Wanita ini beringsut bangun dan keluar dari kamar kontrakannya. Ternyata benar ada Satria yang tengah menunggu di depan pagar. "Selamat malam, pak Satria." Cecil bersikap formal. "Untukmu!" Satria memberikan satu kotak berisi kue manis. "Untuk saya? Dalam hal apa ya, pak?" "Memangnya harus menunggu perayaan apa sampai aku memberikanmu kue?" Satria mendengkus. "Kita diluar kantor, Cecil. Bersikap biasa saja." "Saya tidak bisa." "Terserah kamu saja. Tapi terima lah kue ini." Cecil menerima dengan rasa ragu, tapi ia tetap berterima kasih. "Sama-sama. Aku tahu kamu pasti menolak jika aku mengajakmu
Magbasa pa