LOGIN"Dasar cewek gila! Sampai kapanpun aku nggak akan mau sama kamu!" Ucap Satria dengan lantang. Cecilia sering kali diejek sebagai cewek gila karena tak berhenti mengejar cinta pria idamannya, Satria. Sejak dari bangku kuliah hingga akhirnya Satria menikah dan menjadi duda, tak menyurutkan Cecil berjuang mendapatkan hati pria itu. Berusaha keras memikat dengan pesonanya walau masih saja Satria tak menyukainya. Malah kebencian Satria semakin menjadi-jadi pada perempuan gila itu. Sampai 10 tahun berlalu, ketika Satria mulai menikmati kegilaan Cecil yang menjadi candu baginya.. disaat yang bersamaan ia juga tersadar jika perempuan yang dianggapnya gila itu telah berlalu. Cecil berhenti berjuang dan pergi setelah tak diharapkan. Apakah rasa kehilangan menghampiri hati Satria yang membeku? Atau harusnya ia puas karena Cegil itu tak lagi mengganggu hidupnya?
View More"CECILL!!"Nama itu terus diteriakan Satria sambil mencari Cecil di seluruh penjuru hotel. Tak hanya di dalam tapi di area luar juga tak ditemukan keberadaannya.Minggu malam ini banyak tamu yang datang untuk menginap. Satria sampai kelimpungan mencari pujaannya di antara banyaknya manusia."Satria!" Panggil Reza, Gior dan Pras. Mereka mengejar Satria sampai ke lobi. "Dimana Cecil?"Satria menggeleng."Aku akan meminta bantuan security untuk mencarinya!" Ujar Pras."Tidak perlu repot!" Ketus Satria."Aku akan menyuruh temanku juga untuk mencari Cecil ke seluruh kamar. Kebetulan temanku adalah manajer di hotel ini. Bisa jadi Cecil menginap disini." Sahut Reza sama khawatirnya.Satria lalu memperhatikan teman-temannya dengan rasa kecewa. Menyadari itu, Reza segera merangkul Satria."Maafkan kejadian malam ini, Satria. Ini semua salahku yang sudah terjebak dalam rencana Laras." Ucap Reza benar-benar menyes
Plak!! Suara tamparan itu terdengar nyaring mengenai pipi kiri Laras. Wanita ini menjerit terperangah. Di pipi itu sudah tercetak warna kemerahan. Ia pun menatap Satria setengah tak percaya. "Masih belum sadar? Atau aku perlu memukul kepalamu supaya kamu bisa sadar, hah??" Teriak Satria emosi. Teman-teman yang melihat kegaduhan ini sontak berdiri. Termasuk Pras dan Gior yang naik ke atas panggung untuk melerai pertengkaran mantan suami istri ini. "Satria!" Tegur Reza. "Apa???" Satria ikut menatap tajam sahabatnya. "Jadi ini tujuanmu mengadakan reuni? Agar kalian bisa bersekongkol untuk mempermalukan Cecil, kan?" "Satria. Tidak seperti itu maksudnya. Kamu salah paham." Ucap Reza. "Salah paham bagaimana, Reza? Tiba-tiba kamu membiarkan Laras memberi sambutan! Apa pentingnya wanita ini, hah????!" Satria lalu beralih pada
Laras menaiki tangga kecil yang menghubungkan panggung dengan lantai. Pinggul itu sedikit dilenggokan untuk memamerkan buntalan padat berisi yang menggoda mata. Semua perhatian tertuju pada wanita itu. Bak mawar hitam berduri, penampilan Laras seakan menegaskan kecantikannya. Tajam juga berbahaya. Wajah itu.. senyumnya.. matanya.. tubuhnya.. ah, bahkan mereka tak bisa menemukan mana bentuk asli dari Laras. Semuanya sudah tersentuh oleh pisau bedah dokter. "Terima kasih, Reza." Senyum Laras mengembang saag mic itu berada di tangannya. Ia pun memutar tubuhnya ke arah depan. Memandang satu per satu wajah teman yang dulu menjadi penggemar rahasianya. "Pertama, aku ingin mengucapkan selamat kepada Reza atas jabatan barumu. Itu sebuah pencapaian yang luar biasa. Selamat untukmu.." Laras memberikan tepukan tangan secara pribadi pada sahabatnya. "Serta.. aku juga sangat terharu karena kembali bertemu dengan kalian. B
Cecil melangkah pelan masuk ke dalam ballroom yang menjadi tempat pertemuan. Matanya ikut membalas tatapan mata yang tertuju padanya.Wajah-wajah itu, Cecil masih hapal sekali. Wajah yang sering kali memberikan sorot sinis kepadanya. Mulut-mulut yang sering kali menghujat dan menghina dirinya. Cecil masih ingat semua perlakuan teman-teman satu kelasnya ini."Itu Cegil, kan?" Sofia berbisik kepada teman wanita di sebelahnya. Matanya sampai terbuka lebar menatap Cecil yang tengah melangkah. Ia memandang Cecil dari atas ke bawah.Wanita gila yang dulu pernah meniru gayanya kini tampil sangat berbeda. Begitu anggun dan berkelas. Sangat berbeda dengan penampilannya 16 tahun yang lalu."Cegil! Eh, Cecil!"Semua terperanjat saat Pras memanggil nama wanita bergaun putih itu. Bahkan saking terkejutnya, mulut Pras separuh terbuka."Kemari! Duduk disini!" Ajak Pras berdiri ingin menyambut Cecil.Namun wanita ini hanya tersenyum san
"Bangun, Laras!" Menggelegar suara Satria membuat Laras membuka matanya. Ia pun langsung memarahi suaminya. "Kamu ngapain, Sat? Ini udah malem. Aku ngantuk!" "Ku bilang bangun!" Teriak Satria. "Mau apa kamu?" Laras memalin
Perjalanan yang katanya tiga hari menjadi lima hari, Laras bilang banyak hal yang harus dikerjakan di Singapore. Entah itu menyangkut urusan kantor atau pribadi hanya Laras sendiri yang tahu. Saat melihat istrinya pulang, Satria ingin mengajukan protes. Tapi mulut ini segera
Tepat tanggal 14 februari bertempat di sebuah hotel ternama, Satria dan Laras melakukan resepsi pernikahan secara besar-besaran.Keduanya adalah anak tunggal dari pasangan masing-masing, terlebih status Satria sebagai old money dengan Dian yang memiliki banyak relasi. Jelas pernikahan in
Malam yang ditentukan tiba, Satria tampak gagah dengan setelan batik dari butik ternama. Begitu juga dengan Dian yang sudah siap membawa buah tangan.Demi putranya yang sudah tak tahan untuk menikah, ia rela melamar Laras yang notabenenya masih sama-sama berusia muda seperti putranya.Sesampainya d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore