Aku terdiam sebentar. Lalu untuk pertama kalinya, tanpa merasa terpaksa, aku menjawab, “Aku harus berangkat besok pagi, tapi aku akan menjenggukmu, setidaknya sebulan sekali, bagaimana?” Nara menatapku. Aku baru menyadari kesalahan kecil dalam kalimatku.“Tidak adakah yang bisa kulakukan untuk mencegah kepergianmu, Bayu?”"Nara, aku...." Nara tersenyum, "tidak apa-apa, Bayu. Aku paham."“Iya. Aku dan anakmu, akan menunggu dengan sabar. Sebulan sekali, kamu janji ya?” Aku menghela napas sambil mengangguk. "Janji." Kali ini aku tidak membantah. Setidaknya, itu yang bisa kulakukan saat ini. Usai menghabiskan setengah baksonya, Nara tiba-tiba berhenti makan.Aku yang sedang duduk tidak jauh darinya langsung memperhatikan wajahnya.“Kenapa? Uda kenyang?” Nara memejamkan mata sebentar. “Pusing.&rdq
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-24 อ่านเพิ่มเติม