“Tidak.” Aku menunjuk Jelita. “Ini urusan dia. Kalau dia bilang tidak, maka berhenti. Kamu bisa dituduh melakukan KDRT kalau kamu memaksa.”Jelita menatapku dengan mata berkaca-kaca.Untuk pertama kalinya, wajahnya yang biasanya keras kepala terlihat begitu rapuh. "Bayu, tolong aku? Kamu bisa kan?" "Aku ..." Lidahku terasa kelu.Sebastian meliriknya lalu menunjuk ke arahku dengan wajah kesal.“Kamu berharap dia bisa menolongmu kali ini?”“Tentu," sahut Jelita dengan cepat. “Bahkan kalau dia tidak akan memilihmu menjadi istrinya?”Jelita terdiam, demikian juga aku.“Kalau dia memilihmu, aku tidak akan menghalangi," lanjut Sebastian dengan nada datar. Aku menatapnya tajam, tentu saja aku tidak bisa memilih Jelita sebagai istriku dan aku juga tidak bisa menolongnya keluar dari pernikahan ini. Dengan suara yang parau aku berusaha memutar balikkan fakta den
Last Updated : 2026-08-22 Read more