Aku menahan napas sejenak, lalu tanpa benar-benar meminta izin, aku mendorong pintu sedikit dan masuk ke dalam. Dia mundur setengah langkah, terkejut dengan sikapku yang biasanya tidak seperti ini.Julia menghela napas panjang sebelum akhirnya menutup pintu di belakang kami."Katakan dengan singkat, aku lelah dan hanya ingin tidur."“Kak, dengar dulu,” ucapku cepat, takut dia keburu menutup diri lagi. “Tadi aku dapat panggilan, jadi langsung ke rumah sakit. Ayah sudah sadar… aku harus ke sana.”Dia tidak menyela, tapi tatapannya masih tajam, menunggu penjelasan yang sebenarnya ingin dia dengar. Kak Julia melipat tangannya di depan dada.“Setelah itu aku antar Kak Lora sama Kak Diana pulang,” lanjutku, mencoba tetap tenang. “Aku sebenarnya mau langsung ke hotel… mau temani Kakak. Tapi mereka masak mie, dan aku memang belum makan sama sekali.”Aku menatapnya, berharap dia mengerti.
Read more