“Sekali lagi, senyum—”Klik.Klik.Aku hanya bisa berdiri kaku, sedikit bingung tapi juga… tidak sepenuhnya keberatan.Dia juga merekam dan melakukan berbagai pose selfi.Sementara itu, di sisi lain ruangan, Kak Lora tetap duduk di kursinya, menerima dokumen yang dibawa sekretaris itu. Ia membukanya, membaca sekilas, lalu langsung membubuhkan tanda tangan.Namun dari raut wajahnya, jelas dia tidak senang.Sangat tidak senang.Tangannya menutup berkas itu dengan sedikit lebih keras dari seharusnya, lalu melemparkannya kembali ke atas meja dengan suara pelan tapi tegas.“Kamu sudah boleh pergi,” ucapnya dingin.Sekretaris itu sedikit tersentak, lalu cepat-cepat mengangguk.“I-iya, Kak.”“Dan jangan masuk sebelum aku izinkan,” tambah Kak Lora tanpa menatapnya.“Iya…”Sekretaris itu langsung berbalik dan keluar,
Read more