"Dari mata dan sorot tatapan mereka, Kakak bisa menebak, betapa mereka sedang memikirkan saat bisa mengobrak-abrik liang kenikmatan milikku dan menhajarku sampai habis seperti yang dilakukan Richard, si brengsek itu.""Dan dua dada indah ini, mereka selalu tidak sabar untuk mengulumnya, terutama di puting yang mengeras ini," ucapnya dengan suara datar dan manja.Tangannya mencengkeram sedikit ujung kemejaku. “Tapi kamu beda.”Aku menelan ludah. Bagaimana mungkin aku beda? Aku hanya menelan hasratku dan berusaha berpikir normal. Aku juga bajingan munafik yang tidak bisa menahan diri melihat tubuh sempurna milik perempuan ini.Kalau tidak menjaga ego dan kewarasan, detik itu juga aku sudah berbalik dan menyerangnya seperti yang dia inginkan.Mengobrak-abrik liang kenikmatan miliknya dan juga menelan habis gundukan indah miliknya.“Bayu, kamu nolong Kakak tanpa minta apa-apa.”"Kakak sungguh ingin memanjakanmu, Ba
続きを読む