"Sudah selesai, Sayang?" bisik sebuah suara berat dan dalam tepat di telinganya. Suara itu milik Damian, suara yang membuat pipinya memerah.Rosemary tersenyum, matanya berbinar lembut. Dia meletakkan sendok kayu di tepi panci, lalu meletakkan tangannya di atas tangan besar Damian yang terasa begitu hangat dan melindungi."Hampir, Damian. Hanya tinggal menunggu mendidih sebentar lagi. Bagaimana pekerjaanmu? Sudah selesai?" tanya Rosemary lembut, suaranya terdengar manja.Damian tidak menjawab dengan kata-kata. Sebagai gantinya, dia hanya menggeleng pelan, lalu mulai mencium leher Rosemary dengan perlahan. Ciuman itu dimulai dengan lembut, sebuah sapaan hangat, namun seiring berjalannya waktu, ciuman itu mulai berubah menjadi lebih intens, lebih lapar, dan penuh hasrat yang terpendam."Aku sedang bau bawang." Rosemary berusaha menghentikan usaha Damian. Dia tahu ke mana kegiatan mereka akan berlanjut.Damian perlahan memutar tubu
Read more