"Damian Reeves!" Kening Damian berkerut, kali ini bukan Rosalia yang mencegatnya berjalan menuju lift yang berada di lobi kantornya. Dia mencoba mengingat wanita yang berdiri di hadapannya, wanita yang berpenampilan selayaknya wanita karir profesional dengan heels hitam, kemeja putih dan rok biru tua selutut yang sangat rapi. "Anda siapa?" Damian masih mengerutkan keningnya menatap wanita yang ada di hadapannya, wanita yang tiba-tiba mencegatnya. "Apa anda tidak mengenaliku?" Dengusan kesal dengan wajah yang terlihat muak terlihat di wajah Damian dengan jelas. Tanpa kata-kata perpisahan, dia kembali berjalan mengabaikan suara wanita itu yang sekali lagi memanggil namanya. "Damian Reeves." "Berarti? Hah! Apa dia pernah memberikan perhatian padamu secara diam-diam? Mengingat namamu saja, aku tidak yakin dia ingat namamu." "Liz, berhentilah berhalusinasi. Damian tidak pernah mengenalmu, sudah bera
Read more