"Buka pintunya, atau kami akan menghancurkannya!" Gedoran keras yang disertai teriakan parau dari luar itu menggema di seluruh lantai pertama kediaman keluarga Fitzwilliam. Di luar, hujan badai yang menderu tanpa henti sepanjang malam masih menyisakan sisa-sisa air mata langit Ashwood, menambah suramnya hari itu. Di ruang duduk yang didekorasi dengan gaya pamer khas orang kaya baru, Jasper Fitzwilliam terlonjak dari kursi beludrunya, wajahnya pias pasi. Gelas brandy yang sejak tadi dia genggam hampir tumpah membasahi celana wolnya. Madeline, istrinya, yang sedang memilah-milah koleksi perhiasan murahnya di atas meja kecil, menoleh dengan mata membelalak karena terkejut. "Jasper, suara apa itu? Siapa yang berani menggedor pintu kita seperti penagih utang jalanan?" tanya Madeline, suaranya sedikit bergetar tetapi masih diselimuti nada kesombongan yang dipaksakan. "Aku... aku tidak
Read more