Enzo menghampiriku ketika Arthur sudah menghilang di balik koridor menuju ruang kerjanya.“Nona, Anda akan bersama Duan hari ini. Satu jam lagi, Duan akan naik dan menemani anda ke studio Tuan Henry.” Enzo membacakan agendaku hari ini dengan nada robotnya.Aku tidak menjawab, hanya memberinya lirikan dingin. Lagi pula Enzo tidak membutuhkan respon dariku karena begitu dia selesai bicara, pria itu segera memutar badannya, dan berjalan ke ruang kerja Arthur untuk menyusul sang atasan.Aku baru saja hendak merapikan piring ketika ponsel disaku gaunku berbunyi nyaring. Nama laura muncul di layar.“Halo, La. Tumben pagi-pagi udah nelepon gue,” sapaku begitu ikon hijau aku geser.“Cassie, dengar. Jangan bicara apapun.”Suara bariton yang menyambar dari seberang membuat jantungku seolah terlepas dari tempatnya. Ini jelas bukan suara Laura. Ini suara Leon, suara yang sangat ingin aku dengar di tengah kecemasan akan keadaannya yang selalu menghantui pikiranku.“Le—”“SHH! Jangan sebut namaku,”
Terakhir Diperbarui : 2026-08-21 Baca selengkapnya