“Ah… tu-tunggu, Valerius ….”Elara yang kini menyandang nama Drakenhoff merintih parau. Tubuhnya yang mungil itu tenggelam dalam kebesaran ranjang jati berukir naga tersebut.Di bawah kungkungan tubuh tegap Valerius, dia merasa seperti seekor burung pipit yang tertangkap cakar elang Utara. Merasakan gelenyar asing yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Namun, Duke Valerius von Drakenhoff, atau Valerius sebagaimana dia lebih suka dipanggil dalam keintiman yang gelap ini, tidak memberikan ruang bagi Elara untuk bernapas, apalagi berpikir.Dengan dominasi mutlak, pria itu melesak masuk, mengklaim apa yang kini telah sah menjadi miliknya.Elara merasa dunianya seakan terbelah; rasa penuh dan sesak menyerbu seketika, menghancurkan sisa-sisa pertahanannya.“Ah! S-sakit … tolong hentikan …,” rintih Elara hingga air mata mulai menggenang di sudut matanya yang indah.Dia mencengkeram sprei sutra di bawahnya hingga jemarinya memutih, berusaha mencari pegangan di tengah badai yang melanda tu
Huling Na-update : 2026-02-08 Magbasa pa