"Seperti yang sudah kujelaskan sama kamu, kalau kamu mau, aku akan jadikan kamu istri kedua. Aku nggak mungkin meninggalkan istri dan anak-anakku. Kasihan mereka. Istriku sudah tak punya orang tua, sementara anakku masih sekolah dan butuh sosok papa. Tenang saja, soal rumah, mobil apapun yang kamu minta akan kuturuti, Sayang." Ferdi mengusap pipi Siti yang kini semakin merona. "Nggak masalah mau jadi istri kedua atau ketiga, yang penting kamu bisa adil, Mas. Lagipula poligami kan diperbolehkan dalam agama kita. Iya kan?" Siti mengedip-ngedipkan kedua matanya sedikit menggoda. Ferdi mengangguk lalu mencubit pelan hidung Siti dengan dua jemarinya. "Masalah kita selesai. Sekarang ganti masalah kamu dengan suamimu itu." Siti mengurai pelukan lalu menghela napas panjang. "Kalau dia nggak mau menjatuhkan talak, ya aku saja yang menggugat, Mas. Dia nggak akan bisa berbuat apa-apa karena aku sudah punya bukti kuat saat dia merayu mantan istrinya itu. Aku juga nggak pernah menyan
Read more