Suasana gaduh di halaman membuat Zizi dan Amy berhamburan keluar kontrakan. Keduanya ikut penasaran apa yang sedang terjadi di area kontrakan mereka. Beberapa tetangga yang sedang ngobrol di teras pun ikut menoleh ke arah yang sama. "Mbak Airin, ada apa itu?" tanya Zizi menunjuk ke tepi jalan. "Nggak tahu, Zi. Katanya sih ada yang nanya alamat.""Oh, nanya alamat saja kok heboh begitu," balas Amy lalu kembali melanjutkan kegiatannya semula, membaca buku cerita. "Zi, ibu kamu pesan motor sama sepeda?" tanya salah seorang warga yang masih ngobrol dengan penanya alamat. "Motor sama sepeda, Pak? Nggaklah.""Masnya bilang pemesannya atas nama Sri dan alamatnya benar di sini, Zi. Memangnya ibu kamu kemana?" "Tadi pamit ke pasar, Pak. Katanya mau belanja bahan jualan buat besok.""Mungkin benar ibu kamu yang pesan motor sama sepedanya, Zi. Motornya buat kamu, sepedanya buat Amy," sambung yang lain. "Masa sih, Pak? Apa duit ibu sebanyak itu?" lirih Zizi masih tak percaya. Nyaris setahu
Read more