"Ngapain dia datang, Mbak? Mau bikin rusuh lagi?" lirih Amy yang gelisah di samping kakaknya. "Nggak tahu, Dek. Kalau ke sini sebagai tamu, kita wajib menghormatinya.""Tamu sih tamu, Mbak. Tapi nanti pasti bikin ribet." Kakak beradik itupun beranjak dari kursi lalu menyambut tamu tak diundangnya itu. "Malam, Bi," sambut Zizi sembari mengulurkan tangannya.Siti pun ikut mengulurkan tangannya lalu kedua keponakannya itu mencium punggung tangannya dengan takzim. "Tumben bibi ke sini malam-malam. Ada perlu apa ya?" tanya Amy sedikit kesal. "Bukannya disuruh masuk dan duduk dulu, malah ngoceh aja," omel Siti sembari melotot ke arah dua keponakannya itu. "Kalian nggak diajari buat menghormati tamu?!" sambungnya lagi. "Ibu selalu mengajari kami untuk menghormati siapapun kok, Bi. Sekalipun sama orang yang sudah mendzalimi kami berkali-kali." "Betul itu, Mbak. Ibu mana pernah mengajari kami nggak bener." "Sudah-sudah. Malas dengar ocehan kalian berdua. Mana ibumu?" tanya Siti semba
Read more