"Kenapa, Zak? Tumben telepon," ujar Sarah yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia baru selesai mandi sore, rencananya mau jalan-jalan dengan bapaknya ke mall terdekat. "Apa Zizi pernah cerita sesuatu sama kamu, Sar?" tanya Zaki sedikit ragu.Sebenarnya dia tak ingin kembali melibatkan Sarah dalam drama percintaannya, tapi Zaki tahu hanya Sarah teman dekat Zizi selama ini. Dia yakin jika Sarah menjadi tempat Zizi menceritakan kisah hidupnya, termasuk soal percintaan. "Cerita sesuatu apa nih? Yang jelas pertanyaannya, Zak," balas Sarah sembari mengernyitkan dahi. Dia tak paham apa maksud Zaki sebenarnya. "Soal perasaannya. Bukannya kamu pernah bilang kalau dia juga menyukaiku, tapi tak berani mengatakannya dengan jujur?" "Iya. Dia memang sempat bilang begitu padaku. Zizi merasa tak pantas berhubungan dekat denganmu. Lagipula ada banyak mimpi yang ingin diraihnya, jadi tak mau terlibat pacaran atau cinta-cintaan dulu. Eh, kenapa kamu tiba-tiba tanya soal ini lagi? Apa a
Read more