Divora mengangkat kepala, wajahnya tampak mati suri, sampai membuatku terkejut.Walaupun beberapa hari yang lalu dirinya juga sudah terlihat tidak normal, tetapi penampilannya sekarang benar-benar seperti tengkorak.Melihat aku mengerutkan kening, Divora terkekeh dingin. "Kenapa, merasa penampilanku sekarang menakutkan?"Aku mengangkat bahu. "Lumayan. Dari dulu aku memang sudah nggak nyaman melihatmu, sekarang juga nggak jauh beda."Divora menjerit, "Kamu mencelakaiku! Soal aku dilaporkan itu perbuatanmu!"Aku membetulkan, "Itu memang aku yang lakukan, tapi itu nggak bisa disebut mencelakaimu.""Aku mencelakaimu di mana, hmm? Atau maksudmu, mengulang kembali semua perbuatanmu sendiri itu disebut mencelakaimu?"Divora terdiam, hanya menatapku dengan penuh kebencian.Aku lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang aku alami, dan apa yang dialami rekan-rekan yang hasil kerjanya kamu rampas, itu dihitung sebagai apa?"Melihat keadaannya yang menyedihkan, aku juga malas berbicara lebih jauh pa
Read more