Aku menarik napas dalam-dalam dan meletakkan surat cerai di depannya. Di bawah tatapan bingung Wilson, aku berkata dengan tenang, "Tandatangani dulu dokumen ini."Wilson menandatanganinya tanpa curiga. Kemudian, aku dengan hati-hati menyimpan surat kesepakatan cerai itu dan terlebih dahulu keluar untuk mengambil mobil.Wilson duduk di kursi belakang sambil memeluk Molly. Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan.Molly tersenyum manis dan bertanya, "Wilson, menurutmu kita akan punya anak laki-laki atau perempuan? Kita mau kasih dia nama apa?""Aku suka anak laki-laki maupun perempuan," jawab Wilson dengan sangat lembut."Mana bisa begitu." Molly menyahut dengan tampang cemberut, "Sekarang, semua orang pengen punya anak laki-laki dan perempuan! Kalau anak kita cuma satu, aku pasti akan lahirkan satu lagi buat kamu kelak!""Iya, iya, kamu putuskan saja," kata Wilson dengan nada penuh kasih sayang.Molly menatapku dengan menantang melalui kaca spion dan melanjutkan, "Wilson, setelah peme
Baca selengkapnya