Short
Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

By:  JazzyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
6.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ketika selingkuhan Wilson datang membuat keributan di depanku untuk yang kesembilan kalinya, aku tidak lagi merasakan apa pun. Aku menatap Wilson dengan tenang dan berujar, "Kamu sudah berkali-kali berjanji nggak akan biarkan selingkuhanmu membuat masalah di depanku." Wilson terkekeh dan menyahut dengan nada datar, "Molly masih muda dan sifatnya cuma lebih menggebu-gebu. Sebagai kakak, bukankah kamu seharusnya lebih pengertian dan menoleransinya?" Dia menyilangkan tangannya sambil menatapku. Sorot matanya jelas menunjukkan sikap meremehkan.

View More

Chapter 1

Bab 1 

Ketika selingkuhan Wilson datang membuat keributan di depanku untuk yang kesembilan kalinya, aku tidak lagi merasakan apa pun.

Aku menatap Wilson dengan tenang dan berujar, "Kamu sudah berkali-kali berjanji nggak akan biarkan selingkuhanmu membuat masalah di depanku."

Wilson terkekeh dan menyahut dengan nada datar, "Molly masih muda dan sifatnya cuma lebih menggebu-gebu. Sebagai kakak, bukankah kamu seharusnya lebih pengertian dan menoleransinya?"

Wilson menyilangkan tangannya sambil menatapku. Sorot matanya jelas menunjukkan sikap meremehkan. Aku tahu dia menungguku menangis, mengamuk, mengancam bunuh diri, dan memohon padanya untuk berjanji bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.

Namun, dia tidak menyangka bahwa aku akan segera pulang ke rumah. Aku tidak akan pernah lagi mengorbankan diriku ataupun meneteskan air mata untuknya.

...

Ruang tamu dibuat menjadi sangat berantakan oleh simpanan Wilson, tetapi Wilson bersikap seperti tidak menyadarinya. Dia malah melindungi simpanannya, Molly, di belakangnya.

Aku menekan kepahitan di hatiku, lalu memijat pelipisku sambil menatap Wilson. "Kamu sudah berjanji berkali-kali bahwa kamu nggak akan biarkan siapa pun buat masalah di depanku lagi. Apalagi, hari ini ulang tahunku."

Wilson hanya mengangkat bahu. Dia sama sekali tidak peduli pada kata-kataku, juga tidak berusaha menyembunyikan sikap protektifnya terhadap Molly.

"Aku tahu. Tapi, ini kan bukan masalah besar. Buat apa kamu bersikap seagresif ini?"

Molly yang merasa aman karena mendapat perlindungan Wilson mengangkat kepalanya dengan sombong.

Aku memperhatikan pasangan itu dan tersenyum getir. Berhubung tidak memiliki energi untuk berdebat dengan mereka lagi, aku pun berbalik dan naik ke lantai atas.

Pada saat ini, ekspresi Wilson sedikit berubah. Dia menyuruh Molly pergi dan mengikutiku. Kemudian, dia memelukku dari belakang dan berbisik di samping telingaku, "Aku sudah janji hal seperti itu nggak akan terjadi lagi. Kenapa kamu masih ngambek?"

Dia berbicara dengan penuh keyakinan, tetapi aku sudah mendengar kata-kata itu ribuan kali sebelumnya. Tidak ada satu pun katanya yang bisa dipercaya.

Aku menghela napas, lalu melepaskan diri dari pelukan Wilson. "Aku nggak ngambek. Mau dengan siapa kamu bersama, atau siapa yang kamu bawa pulang, itu kebebasanmu."

Wilson tidak percaya.

"Hari ini ulang tahunmu. Molly yang datang ke rumah memang agak keterlaluan. Aku pasti akan memberinya pelajaran nanti."

Sambil berbicara, dia mengeluarkan kartu hitam baru dan memberikannya kepadaku. "Ini kompensasi buat kamu. Beli saja apa pun yang kamu mau."

Aku menerima kartu hitam itu tanpa merasa tertekan.

Wilson mengira aku menerima kompensasinya dan setuju untuk tidak lagi mengungkit tentang kejadian hari ini. Dia pun menatapku dengan penuh persetujuan.

"Begitu dong. Selama kamu tetap patuh dan berperilaku baik, nggak akan ada yang bisa mengancam posisimu."

Aku tersenyum dingin dan menyahut, "Aku juga nggak sudi terima posisi yang kamu berikan. Wilson, aku mau cerai."

Wilson terkejut sejenak, lalu tertawa. "Yasmin, kamu benar-benar nggak bisa dipuji. Bercerai? Memangnya kamu rela?"

Aku mengerutkan kening. "Kenapa harus nggak rela?"

Dia mengamatiku dari atas ke bawah, lalu berujar dengan nada yang sangat merendahkan, "Kamu mau pergi ke mana habis cerai denganku?"

Aku memang tidak punya tempat tujuan.

Dulu, seluruh keluargaku memandang rendah Wilson dan memberikan ultimatum. Jika aku memilih untuk bersamanya, aku harus memutuskan hubungan dengan keluarga.

Aku memilih Wilson. Ayahku sangat marah dan langsung mengadakan konferensi pers.

Semua orang dalam negeri tahu bahwa aku, putri orang terkaya dalam negeri telah diusir dari rumah demi seorang pria. Sejak itu, aku yang selama ini hidup mewah dan tidak pernah merasakan penderitaan hidup pun hanya bisa bersandar pada Wilson.

Wilson juga memahami hal ini dengan sangat baik. Jadi, di tahun kedua pernikahan kami, dia mulai berselingkuh.

Awalnya, dia masih bisa mencari alasan untuk membohongiku. Dia mengatakan bahwa mitra bisnis yang memaksa untuk menyediakan wanita untuknya di acara sosial dan dia tidak bisa menolak.

Setelahnya, dia bahkan tidak repot-repot berbohong lagi. Ketika simpanannya membuat keributan di depanku, dia bahkan membela selingkuhannya itu.

"Yasmin, laki-laki harus hadiri begitu banyak acara sosial di luar. Main-main sedikit itu hal yang sangat wajar. Selama kamu nggak buat keributan dan urus rumah dengan baik, nggak ada yang bisa mengancam posisimu sebagai istriku."

Awalnya, egoku terlalu tinggi untuk menerimanya. Aku pun mengemasi barang-barangku dan pulang ke rumah. Namun, orang tuaku memarahiku dan mengatakan aku pantas mendapatkannya. Sementara itu, kakak laki-lakiku bahkan menghubungi Wilson untuk membawaku pergi.

Sejak itu, Wilson makin menjadi-jadi. Dia membawa selingkuhannya muncul di publik, juga membiarkan selingkuhannya menghinaku berulang kali. Hubungan yang mati-matian kupertahankan meskipun harus memutuskan ikatan dengan orang tuaku, kini telah sirna sepenuhnya.

Aku menghela napas pelan, lalu mengiakan ucapan Wilson. "Ya sudah, terserah kamu."

Namun, setelah kembali ke kamar, aku mengirim pesan yang sudah kutulis sebelumnya kepada ayahku.

[ Aku bersedia penuhi tanggung jawabku. Jemputlah aku pulang. ]
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Yenita Siregar
Yenita Siregar
akhirnya Yasmin bertemu dengan Sean yg tulus& sederajat bukan si miskin penghianat dan tidak tahu diri
2026-03-25 18:50:29
0
0
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status