Cahaya pagi jatuh miring dari jendela tinggi ruang kerja Moretti. Garis tipisnya membelah meja kayu gelap. Map hitam masih terbuka di tempat yang sama. Halaman yang berisi daftar kerugian belum berpindah sejak semalam. Nama Elena masih berada di bagian bawah. Deretan angka memenuhi satu halaman penuh. Valerius duduk tanpa mengubah posisi. Matanya turun pada baris terakhir. Naik. Turun lagi. Di sisi ruangan, Elias berdiri dengan kedua tangan di belakang tubuh. Tak ada suara selain detik jam dinding. Kertas bergesek pelan saat satu halaman dibalik. "Elias." Kepala pria itu sedikit terangkat. "Ya, Signore." Tatapan Valerius belum berpindah dari map. "Awasi dia." Elias menunggu. Satu tarikan napas. "Elena?" Kepala Valerius bergerak kecil. "Tidak." Halaman map menutup setengah. "Julian Vane." Mata Elias naik. "Cari tahu siapa dia sebenarnya." Jemari Valerius berhenti di sudut halaman. "Jangan biarkan dia kembali menyentuh wilayahku." Ruangan diam beberapa detik
Baca selengkapnya