Mag-log inMature 21+ “Kau pikir aku akan berhenti?” Adriano tersenyum tipis. “Aku tidak berhenti pada hal yang sudah masuk ke wilayahku.” Ia dikurung di istana malam milik pria paling berbahaya di Genoa—bukan sebagai tawanan, bukan pula sebagai kekasih. Adriano Moretti terbiasa memerintah dengan darah dan kesunyian. Namun kehadiran Elena mengganggu ritme hidupnya—perempuan yang seharusnya sudah mati bertahun-tahun lalu. Satu atap. Satu ranjang. Terlalu banyak rahasia. Di balik sentuhan yang tertahan dan jarak yang menyiksa, masa lalu mulai merangkak kembali. Ketika kebenaran akhirnya terkuak, Adriano harus memilih: menaati darah yang membesarkannya… atau menghancurkan segalanya demi menyelamatkan perempuan yang datang terlalu terlambat ke hidupnya.
view morePintu terbuka selebar satu telapak tangan. Pria itu menunggu. Tidak ada suara dari dalam. Ia mendorongnya sedikit lebih jauh, cukup untuk menyelipkan tubuh. Telapak tangannya menahan daun pintu sampai kaitnya kembali pada tempatnya. Koridor belakang mansion gelap. Beberapa lampu dinding menyala dengan jarak berjauhan. Cahaya dari luar jatuh melalui jendela tinggi, memanjang di atas lantai marmer. Ia tidak langsung berjalan. Matanya menyusuri koridor. Di ujung terdapat persimpangan. Kanan menuju dapur. Kiri menuju bagian utama rumah. Ia memilih kiri. Langkahnya teratur. Bukan terburu-buru. Tidak juga terlalu lambat. Dari lantai bawah terdengar bunyi porselen. Ia berhenti. Suara percakapan muncul dari arah ruang staf, kemudian menghilang. Ia kembali bergerak. Seragam penjaga yang dikenakannya sedikit kebesaran di bahu. Topi ditarik rendah. Senter berada di tangan kiri, tetap mati. Seorang penjaga muncul dari persimpangan. Pria itu menundukkan kepala. Penjaga tersebu
Elias tidak segera menjawab. Jari-jarinya masih berada di atas kotak kayu tempat ia menyimpan catatan inventaris. Pandangannya turun pada klip merah di tangan Adriano. Ada goresan kecil di bagian dalamnya. “Mungkin hanya kebetulan, Signore.” Adriano mengangkat klip itu sedikit. “Benda ini hanya dibuat satu.” Elias mengembuskan napas pendek. “Banyak benda berpindah tangan.” “Ini bukan artefak.” “Saya tahu.” Adriano tidak berkedip. Elias mengambil sebuah map dari meja. Membukanya. Menutupnya kembali. “Barang kecil seperti itu bisa hilang bertahun-tahun. Ditemukan seseorang. Disimpan. Dijual. Diberikan kepada orang lain.” Adriano menatapnya. “Termasuk anak kecil?” Elias mengangkat wajah. “Termasuk apa pun.” Suara roda troli terdengar d
Pagi masuk melalui celah tirai. Cahaya pucat jatuh di ujung ranjang, berhenti pada selimut yang menutupi kaki Elena. Matanya terbuka. Untuk beberapa saat ia hanya menatap langit-langit. Tubuhnya masih terasa berat. Nyeri di lengan belum hilang. Betisnya berdenyut setiap kali ia mengubah posisi. Elena menarik napas dan mengangkat tubuh sedikit lebih tinggi. Bantal di belakang punggung menopangnya. Di dekat jendela, tirai vitrase terbuka beberapa jengkal. Cahaya pagi menembus kain tipis itu dan membuat debu-debu kecil tampak melayang. Seorang suster berdiri di sisi meja. Begitu melihat Elena bergerak, ia menutup catatan medis. “Signora sudah bangun.” Elena mengangguk kecil. Pandangannya berkeliling kamar. Berhenti pada kursi di sudut. Kosong. “Di mana Signore?” “Beliau keluar sebentar.” Suster memeriksa selang infus di punggung tangannya. “Saya diminta tetap mengawasi Signora sampai beliau kembali.” Elena menurunkan pandangan. Jemarinya bergerak satu per satu. Masih
Malam turun di atas mansion Moretti. Di kamar, Elena duduk bersandar pada dua bantal. Perban membungkus lengan dan betisnya. Selang infus masih terpasang di punggung tangan. Ia menggerakkan jemarinya. Nyeri menjalar sampai siku. Elena berhenti. Bekas gigitan di lengannya masih berdenyut di bawah balutan. Ia menyentuh tepi perban, kemudian membiarkan tangannya jatuh ke atas selimut. Suara Adriano kembali terdengar dalam ingatannya. Aku pernah punya seorang adik perempuan. Namanya Alessandra. Kalau dia masih hidup, usianya mungkin tidak jauh darimu. Elena mengalihkan pandangan ke jendela. Tirai tertutup. Tangannya naik ke rambut, berhenti di dekat telinga. Kosong. Jepit merah itu sudah tidak ada. Ingatan lain menyusul. Tatapan Adriano ketika pertama kali melihat benda itu di tangannya. Kau mencuri benda ini dari lemariku? Aku tidak mencuri apa pun darimu. Siapa yang memberikannya? Elena memejamkan mata. Mungkin hanya kebetulan. Benda lama bisa
Canapé reception kembali penuh suara saat Elena belum juga muncul di sisi Adriano. Percakapan bergerak dari satu kelompok ke kelompok lain tanpa benar-benar putus. Nama kolektor disebut pendek. Jalur restorasi dibahas sambil lalu. Gelas-gelas tipis beradu pelan di bawah cahaya gantung yang mema
Pagi di Stella Maris tidak sempat menjadi pagi. Suara mesin datang lebih dulu, memotong udara sebelum matahari sepenuhnya naik. Getarannya merambat dari tanah, masuk ke dinding panti, mengguncang gelas-gelas plastik di rak dapur hingga beradu pelan. Elena terbangun sebelum anak-anak menangis.
Mansion Moretti berdiri jauh dari kebisingan pelabuhan, seolah dunia luar tak pernah menyentuhnya. Sinar matahari sore menembus jendela tinggi, menyorot debu yang menari di udara. Lantai marmer hitam mengilap, refleksi kaki menekankan kesunyian yang hampir mematikan. Langit-langit tinggi dan dindin
Debu pelabuhan Genoa selalu menemukan jalannya sendiri. Ia menyelinap lewat celah pagar besi panti Stella Maris, menempel di sepatu-sepatu kecil yang berjejer di rak kayu, lalu hinggap di meja dapur yang catnya mengelupas. Debu itu membuat segalanya tampak kusam—kecuali satu hal. Sebuah amplop






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.