Ratna menyandarkan dagunya di dada Juned, menatap pria itu dengan tatapan yang sulit ditebak. "Kenapa, Ned? Kamu takut saya hamil, ya?" tanya Ratna pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis."Iya Nyonya, kan Tuan Besar baru pulang beberapa hari yang lalu. Kalau tahu-tahu Nyonya hamil, kan nggak mungkin sama Tuan," sahut Juned dengan nada cemas yang tertahan di tenggorokan.Ratna terdiam sejenak, seolah menimbang logika ucapan sopirnya itu. "Iya sih, bisa bahaya kalau saya beneran hamil," ucap Ratna, namun nada bicaranya masih terdengar sangat tenang."Terus gimana, Nyonya?" tanya Juned lagi, kali ini ia menoleh penuh ke arah Ratna."Hamil pun nggak apa-apa, kamu tenang saja. Suami saya tuh paling nanti pergi lagi ke luar negeri, dia nggak bakal terlalu detail mikirin tanggalnya," ucap Ratna santai, seolah-olah risiko besar itu hanyalah kerikil kecil.Juned menggeleng cepat, rasa paniknya mulai memuncak. "Aduh Nyonya jangan gitu, besok saya beli testpack buat mastiin ya.
Last Updated : 2026-04-13 Read more