Mobil melaju perlahan keluar dari area kampus, membelah kemacetan jalan raya yang mulai terasa menyengat. Juned melirik Lusiana dari spion tengah, mencoba menetralkan kegugupannya setelah pertemuan yang tak terduga tadi. "Ibu mau saya antar pulang?" tanya Juned sambil terus fokus pada kemudi. Lusiana tertawa kecil, suara khasnya yang serak terdengar mengejek. "Lho kok kamu lupa? Kan kamu yang kemarin ajak saya ketemu, Ned..." ucap Lusiana sambil melepas kacamata hitamnya. Juned tersentak, ingatannya langsung melayang pada pesan nekat yang ia kirim dari Puncak kemarin. "Oh iya, Bu. Maaf ya, Bu. Saya agak linglung sepertinya," ucap Juned mencoba membela diri. "Kan mumpung ketemu, sekalian aja ya, Ned. Kamu senggang kan hari ini?" tanya Lusiana lagi, tangannya mulai merapikan rambutnya yang terkena angin AC. Juned melirik jam digital di dasbor mobil yang masih menunjukkan pukul sepuluh kurang sepuluh menit. Ia menghitung waktu jemput Maudy di kepalanya. "Senggang sih, Bu. Sampai jam
Last Updated : 2026-04-09 Read more