Juned mengembuskan napas panjang, lalu meraih jemari Sinta di atas meja dan menggenggamnya erat. "Sin, jujur ya, dalam lubuk hati aku yang paling dalam, aku tuh pengen banget sama kamu," ucap Juned dengan tatapan mata yang serius dan dalam.Sinta terpaku, menatap wajah Juned tanpa berkedip mendengarkan pengakuan itu."Apalagi kita udah temenan dari kecil, ikatan kita tuh kuat banget," lanjut Juned lagi, suaranya melembut. "Bahkan kalau boleh jujur, keakraban kita berdua rasanya jauh lebih hidup daripada hubungan aku sama Desi selama ini."Mendengar itu, gurat kesedihan di wajah Sinta perlahan memudar, digantikan oleh binar penuh harapan."Tapi untuk sekarang, aku bener-bener belum bisa mutusin apa-apa, Sin," tambah Juned dengan nada penuh sesal. "Paling enggak, kita harus nunggu kelanjutan dari program hamil Desi dulu, dan liat nanti keadaan Desi setelah tinggal di desa kayak gimana."Sinta terdiam sejenak mencerna penjelasan itu, lalu mengangguk pelan penuh pengertian. "Iya, Ned, aku
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-06-12 อ่านเพิ่มเติม