Juned mengusap tengkuknya yang terasa dingin, berusaha menata debar jantungnya yang masih tidak beraturan. "Bukan siapa-siapa, Nay... cuma rekan bisnis Mas aja," sahut Juned berbohong halus, menatap mata polos adik iparnya. Nayla memiringkan kepalanya sedikit, merapatkan bibir dengan raut wajah yang jelas-jelas menyimpan kecurigaan. "Masa sih? Tapi kok tadi raut muka Mas Juned panik banget pas denger namanya?" desak Nayla tak percaya. Gadis itu mengambil satu langkah maju, kembali memangkas jarak dan menatap Juned begitu lekat. "Mas gak lagi sembunyiin sesuatu dari Nayla, kan?" bisik Nayla pelan, menaruh salah satu tangannya di dada tegap Juned. Juned memegang pergelangan tangan halus Nayla, menurunkannya perlahan seraya tertawa canggung. "Enggak ada, Nay... udah ah, jangan mulai kumat curiganya," elak Juned mencoba mencairkan suasana yang kembali menegang. "Mending kamu masuk kamar sekarang, pesen makan siang online ganti baju terus istirahat," lanjut Juned mengalihka
Last Updated : 2026-08-04 Read more