Setelah mematikan kran shower dan memastikan tubuh mereka menyapu sisa-sisa air, Nayla mendekat seraya melilitkan handuk putihnya lebih rapat."Mas, nanti aku mau masak buat makan malam ya?" panggil Nayla halus, menatap Juned dengan binar mata polosnya. "Kayaknya bahan makanan di kulkas masih banyak banget deh, sayang kalau didiemin aja gak dipakai. Boleh, kan?"Juned menyapu rambutnya yang masih basah ke belakang, lalu tersenyum tipis menatap gadis di hadapannya. "Boleh, masak aja seada-adanya di kulkas.""Asyik! Ya udah, aku ganti baju dulu di kamar bawah ya, Mas," seru Nayla gembira seraya melangkah keluar dari area kamar mandi, meninggalkan jejak telapak kaki basah di lantai."Iya, Mas juga mau naik ke lantai atas dulu," sahut Juned pelan seraya mengapit pakaian kotornya. "Baju-baju Mas masih di atas semua."Nayla membalikkan badan sejenak di ambang pintu kamar bawah, mengukir senyum manis sebelum akhirnya menghilang di balik pintu. Sementara itu, Juned menaiki satu per satu anak
Last Updated : 2026-07-29 Read more