Mobil terus melaju membelah kemacetan pagi yang mulai menjalar. Di kursi belakang, Ratna melipat tangannya, tatapannya beralih dari jendela luar menuju Maudy yang duduk di depan. "Tadi Papa ngomong apa aja di telepon, Maudy?" tanya Ratna dengan nada menyelidik yang halus. Maudy menoleh sedikit, menyunggingkan senyum tipis. "Ya nanya-nanya standar, Ma. Papa nanya gimana supir barunya, kerjanya benar apa nggak." Ratna mengangkat alisnya, "Terus kamu jawab apa?" "Ya Maudy jawab yang baik-baik dong tentang Mas Juned. Maudy bilang Mas Juned rajin, sopan, dan... ya, ngebantu banget di rumah," jawab Maudy sambil melirik Juned dari sudut matanya. Ratna tampak puas, sebuah senyuman bangga terukir di bibirnya. "Bagus, itu baru anak Mama. Kita harus kasih kesan yang baik ke Papa, biar dia nggak banyak tanya lagi soal urusan rumah." Maudy tertawa renyah, tawanya memenuhi kabin mobil yang harum parfum mewah. "Kalau Maudy jadi anak baik, berarti uang saku Maudy ditambah dong, Ma?" Rat
Last Updated : 2026-03-10 Read more