Uap air hangat memenuhi ruangan yang dilapisi marmer gelap itu, membawa aroma herbal yang menenangkan, namun pikiran Elizabeth tetap tertinggal di dalam kereta kuda tadi—pada wajah Altair yang menahan sakit dan pergelangan tangannya yang bersimbah darah."Syukurlah Anda baik-baik saja, Nona," Amy berbisik lirih, tangannya yang gemetar menggosok lembut lengan Elizabeth dengan handuk halus untuk menghilangkan sisa-sisa air danau yang membeku. "Saya benar-benar tidak bisa membayangkan jadinya jika tadi Putra Mahkota tidak nekat menyelamatkan Anda. Seluruh istana mungkin akan gempar dan... saya tidak tahu harus bagaimana."Elizabeth, yang sejak tadi terdiam menatap riak air di bak mandi, perlahan menoleh ke arah Amy. "Pria itu... dia benar-benar menceburkan diri untuk menyelamatkannya?" tanya Elizabeth, suaranya terdengar hampir seperti bisikan.Di dalam air tadi, Elizabeth memang melihat siluet merah yang menerjang kegelapan danau. Namun, dalam kondisi hampir kehilangan kesadaran, ia me
続きを読む