Misi Nona Jahat: Pilih Satu dari Lima Pria Penguasa

Misi Nona Jahat: Pilih Satu dari Lima Pria Penguasa

last updateLast Updated : 2026-02-23
By:  nanadvelynsOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Masuk ke dalam komik harem favoritnya sebagai tokoh antagonis yang mengidap penyakit jantung, Elizabeth harus membuat setidaknya salah satu dari lima pria protagonis utama jatuh cinta padanya agar ia bisa tetap hidup. Kalau tidak, bisa saja dia mati; entah itu karena penyakitnya atau ... karena dibunuh salah satu dari mereka.

View More

Chapter 1

Bab 1. Tubuh Baru

“Nona, kami mohon! Jangan membuat kami kesulitan dengan mencoba bunuh diri lagi!”

“Aku benar-benar hanya terpeleset waktu itu! Aku tidak ingin mati kok.” Elizabeth membalas di tengah usahanya melepaskan diri dari cekalan orang-orang yang menyeretnya paksa.

Namun, staminanya tetap kalah kuat dengan mereka. Pada akhirnya, Elizabeth dimasukkan ke dalam kamarnya dan dikunci dari luar. 

Dengan mata terpejam, Elizabeth menghela napas dalam-dalam.

Hari ini tepat hari ketiga ia masuk ke dunia ini–dunia komik harem dengan cerita lima pria terobsesi dengan satu wanita. Komik yang menemani saat-saat terakhir Elizabeth di rumah sakit karena penyakit jantung kronis. 

Oleh karena itu, saat ia sadar bahwa dirinya masuk ke dalam komik dan mendapatkan hidup baru, ia senang. Sampai-sampai Elizabeth melakukan semua hal yang tidak bisa ia lakukan di kehidupan sebelumnya, mulai dari lari keliling mansion, makan semua menu yang belum pernah ia coba sebelumnya, sampai hujan-hujanan seperti orang gila.

Ia merasa sangat sehat!

Namun, karena terlalu bersemangat, suatu malam Elizabeth tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke danau sampai-sampai ia harus diselamatkan pengawal pribadinya.

Dari situlah muncul gosip bahwa sikapnya yang tiba-tiba aneh itu karena dia ingin mati.

“Di mana perempuan itu!?”

Tiba-tiba, Elizabeth mendengar sebuah teriakan dari luar kamar. Detik selanjutnya, pintu kamarnya yang semula terkunci, menjeblak terbuka.

Seorang pria melangkah masuk dengan ekspresi marah. Sosok itu berambut pirang keemasan, tampak indah di bawah cahaya matahari sore yang masuk lewat jendela. 

Namun, matanya yang biru tampak tajam dan penuh kebencian saat beradu dengan Elizabeth.

“Berhentilah berpura-pura sakit untuk mencuri perhatianku,” ucap sosok itu kemudian, dingin dengan kemarahan yang tertahan. “Atau paling tidak, berpura-puralah di saat yang tepat. Aku harus mengurus perbatasan, tapi karena drama pendekmu, Ayah sampai menyuruhku kembali untuk menjengukmu.”

Elizabeth memiringkan kepalanya dan bergumam, “Siapa….”

Tampaknya gumaman pelan itu tidak lolos dari si pria asing. Detik berikutnya, wajah pria itu menggelap. 

“Aktingmu luar biasa,” katanya dengan nada sinis. “Setelah berpura-pura gila, sekarang kau berpura-pura hilang ingatan untuk menjebakku lebih lama di sini?”

Sosok tinggi tegap itu mendekat ke ranjang, lalu mencondongkan tubuhnya. Tangannya mencengkeram dagu Elizabeth dengan kasar, memaksanya menatap mata birunya yang dipenuhi rasa jijik.

“Berhenti mempermainkanku sebelum aku benar-benar muak padamu.”

Jantung Elizabeth berdegup kencang. Ia menatap pria itu lebih saksama. Garis rahang tegas, hidung mancung, tatapan arogan yang dingin. Lalu tiba-tiba saja sebuah nama menyelinap keluar begitu saja dari bibirnya.

“William … Stuard?”

Pria itu menyeringai tipis, lalu melepas cengkeramannya dengan kasar. 

“Oh? Sekarang ingatanmu kembali?” katanya sinis. “Kalau begitu, aku anggap kau sehat.”

Usai mengatakan itu, William berbalik dan mulai melangkah pergi.

Tanpa menoleh, ia berkata dengan nada dingin yang menusuk, “Konyol sekali. Hanya karena keluarga Ratore adalah bangsawan lama, Ayahku memilih wanita licik sepertimu untuk menjadi tunanganku.”

Elizabeth masih terdiam di tempatnya.

Pria itu adalah putra mahkota kerajaan, sekaligus tunangan Elizabeth. Di cerita aslinya William memang membenci Elizabeth karena perempuan itu terus melakukan trik-trik kotor untuk mendapatkan perhatiannya, termasuk berpura-pura sakit dan menyakiti dirinya sendiri.

Bahkan Elizabeth bertekad menyakiti wanita yang dicintai William di masa depan.

Benar. Bisa dikatakan, Elizabeth adalah tokoh antagonis dalam komik ini. 

“Nona? Anda baik-baik saja.” Tak lama kemudian, seorang wanita muda masuk tergesa-gesa. Rambut cokelatnya diikat rapi, matanya dipenuhi kecemasan.

Detik berikutnya, Amy, pelayan pribadinya itu terkesiap.

“N-Nona! Hidung Anda–”

Baru kemudian Elizabeth menyadari hidungnya mengeluarkan darah. Di saat yang sama, Elizabeth merasakan sesak di dadanya, rasanya seperti diremas–membuatnya sulit bernapas.

“K-kenapa … aku merasakan ini lagi–”

[Tring! Sistem 0092 telah aktif!]

Apa?

Tubuhnya limbung. Saat ia hampir jatuh, sebuah tangan besar menangkapnya. 

Elizabeth sempat melihat rambut merah menyala dan mata hitam dingin yang menatapnya.

Lalu semuanya gelap.

Saat ia sadar, Elizabeth mendapati dirinya berdiri di atas awan putih tanpa batas. Tidak ada langit, tidak ada tanah. Hanya kehampaan luas.

[Tring!]

Tiba-tiba sebuah monitor besar muncul di hadapannya, memancarkan cahaya kebiruan. Tampak seekor kucing kecil bersayap mengepak pelan di sana.

[Halo, Nona Elizabeth 0092. Perkenalkan, aku Mong. Mentormu dalam kesempatan hidup kali ini.]

“Kesempatan hidup?” ulang Elizabeth.

Mong mengangguk. 

[Benar. Aku adalah tangan kanan Dewa yang ingin memberikanmu kesempatan hidup kedua.]

[Tapi di dunia ini, Nona tidak bisa hidup cuma-cuma. Nona memiliki misi untuk memikat paling tidak satu dari lima tokoh pria utama dan membuat mereka menyatakan cinta.]

“Tapi itu mustahil!” protes Elizabeth. Ia merengut. “Mereka membenciku!”

[Jika Nona tidak memenuhi misi yang diberikan, maka penyakit Nona akan memburuk dengan cepat.]

“Tunggu dulu,” ucap Elizabeth. “Bukankah tubuh Elizabeth sehat? Setahuku, ia tidak memiliki penyakit apa-apa.”

[Benar. Namun, selama sistem aktif dan misi utama berlangsung, Nona memiliki penyakit jantung, sama seperti Nona di kehidupan lalu.]

Apa!? Elizabeth tercekat.

Padahal sebelumnya ia sudah senang, berpikir bahwa ia bisa menggunakan tubuh ini untuk menikmati hidup, sesuatu yang tidak bisa ia lakukan di kehidupannya dulu karena ia sudah sakit sejak lahir. 

Kenapa dunia ini begitu tega padanya?

[Jangan bersedih, Nona. Nona bisa mengatasi gejalanya dengan mengerjakan misi-misi kecil di samping misi utama.]

[Jika ingin sembuh total, Nona harus menyelesaikan misi utama.]

Elizabeth terdiam. Tampaknya ia hanya punya dua pilihan; berdiam diri lalu mati seperti kehidupan pertama atau memanfaatkan sistem dan menguasai tubuh sehat Elizabeth sepenuhnya, tapi terancam mati di tangan lima pria yang membencinya.

Tapi tunggu dulu. 

Dia tahu alur cerita ini. Seharusnya … ia bisa manfaatkan hal itu, kan?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status