Keheningan di dalam kereta kuda kerajaan Drakonia terasa jauh lebih mencekik daripada riuh rendah kebencian rakyat di pelabuhan tadi. Elizabeth duduk dengan punggung tegak, berusaha mempertahankan martabatnya sebagai putri Duke, meskipun di hadapannya duduk dua sosok yang memancarkan aura predator yang sangat pekat.Di sebelahnya, Altair tampak acuh tak acuh, menyandarkan kepala pada telapak tangannya sambil menatap keluar jendela. Namun, sosok di depan merekalah yang membuat Elizabeth terusik. Seorang wanita dengan kecantikan yang tajam dan berbahaya. Rambutnya hitam pekat, panjang, dan berkilau seperti sayap gagak. Namun, yang paling mencolok adalah sepasang bola mata merah darah yang identik dengan milik Altair—dingin, menusuk, dan seolah mampu membedah isi kepala seseorang.Elizabeth memutar ingatannya secepat kilat. Navier, William, Lily, Leonel, Jack... semua ada di buku. Tapi wanita ini? Di dalam narasi asli
Terakhir Diperbarui : 2026-05-06 Baca selengkapnya