Setelah tiba di Raszberg selama seharian lebih perjalanan, Allard bak lara yang membeku, ia terdiam seribu bahasa. Pria itu menyerahkan urusan Xander pada Madam Paloma. Sementara ia langsung menuju ke ruangan pribadinya. Ruangan yang tertutup selama berhari-hari saat ia pergi, begitu Allard kembali, seisi ruangan seolah menyambutnya. Tumpukan pekerjaan di atas meja dan ruangan yang senyap. Pria itu menatap ke arah lukisan gambar pernikahannya dengan Alice yang masih terpajang di dinding. "Sebesar itu, keinginanmu berpisah denganku, Alice...." Ucapan Allard mengudara, nadanya mengambang antara rasa tak terima dan putus asa. Allard tertunduk, kedua tangannya tang terkepal memukul meja di hadapannya. "Mengapa? Mengapa kau begitu keras kepala, Alice ... Mengapa?!" teriak Allard menggema di dalam ruangannya. Bersamaan dengan teriakannya yang menggelegar, tangannya menyapu barang-barang yang ada di atas meja hingga semua barang-barang itu terlempar dan sebagian pecah berserakan d
Terakhir Diperbarui : 2026-04-08 Baca selengkapnya