Keesokan harinya. Tak biasa rasanya, Alastair mendapatkan panggilan dari kediaman Duchess Ravensburg. Ia berangkat ke kediaman wanita yang ia panggil nenek tersebut. Akan tetapi, begitu Alastair tiba, di ruangan keluarga tak hanya Duchess Ravensburg yang duduk menantinya, tetapi juga ada Ratu Caroline yang kini tersenyum menatapnya. "Senang bertemu dengan Anda, Yang Mulia Baginda Ratu," sapa Alastair membungkuk badannya memberikan hormat pada Ratu dan juga Duchess Ravensburg. Ratu Caroline tersenyum hangat. "Senang juga bertemu denganmu, Alastair." "Silakan duduk," sahut Duchess Ravensburg. Dengan perasaan canggung, Alastair duduk di sana bersama dua wanita itu. Perasaannya tidak nyaman, ia yakin pasti ada sesuatu yang akan dibahas dengan detail oleh mereka, atau ada hal yang ingin mereka kuliti dari Alastair, tentu saja tentang Alice. "Mengapa akhir-akhir ini kau jarang pergi ke istana? Ayahmu sudah lama menanti kedatanganmu, Alastair." Ratu Caroline membuka suara. Al
Mehr lesen