"Hati-hati di jalan ya, Kerikil Kecil, jangan sampai nanti kau hilang dari ibuku! Ingat ... kau aku pinjami ibuku, jangan kau ambil atau kita bertengkar dengan serius!" Xander berjalan di belakang Tricia sambil merangkul pundaknya dan membisikkan kata-kata itu dengan serius. Sedangkan Tricia yang kecil, mungil, dan kalem hanya menganggukkan kepalanya patuh. "Iya, Tricia sudah dengar, kok," jawab Tricia dengan anggukan kecil. "Bagus, bagus...." Xander menepuk-nepuk lembut pucuk kepala Tricia. Dari arah depan, Alice menoleh pada kedua anak kecil itu. Ia melihat Xander berbisik-bisik ke arah Tricia. Entah rencana apa lagi yang dibuat oleh anak-anak itu. Alice melambaikan tangannya pada Tricia. "Ayo, Tricia," ajaknya. "Iya, Madam." Anak perempuan kecil itu berlari cepat mendekati Alice dan tersenyum samar membawa sebuah kotak kecil berwarna merah berisi kue kering dan scone pemberian Xander. Saat hendak masuk ke dalam kereta kuda, Tricia menatap ke arah kastil Duke. Anak itu mendo
Terakhir Diperbarui : 2026-05-26 Baca selengkapnya