"Kerikil kecil, kenapa menangis? Wanita jahat tadi menyakitimu, ya?" Xander merangkul Tricia dan menatap wajah anak itu dengan lekat. Tricia menatap Xander dan langsung memeluknya dengan erat. Pengasuh Anna yang muncul pun langsung bertanya apa yang terjadi. Namun Tricia tidak mau bercerita. Anak itu menggelengkan kepalanya dan tetap mengatakan bahwa ia baik-baik saja. "Sudah, jangan menangis. Ini, aku ambilkan air untukmu. Cepat diminum," bujuk Xander. Anak itu meminumnya, setelah itu Tricia mengusap air matanya cepat dan diam dengan tangis tang mereda, menyisakan sesenggukan kecil. "Tricia mau pulang," ujarnya menatap Xander. "Loh! Baru saja datang, sudah mau pulang!" pekik Xander menghentakkan kakinya di lantai. "Di sini saja, aku tidak punya teman. Nanti kalau kau pulang, bawa kue kering yang banyak, tapi jangan pulang dulu...." Tricia menggeleng dengan mata berkaca-kaca. "Tidak mau, Tricia mau pulang saja." "Ya ampun, Kerikil ... kau ini menyebalkan sekali sih!" g
Last Updated : 2026-05-28 Read more