Alika tiba-tiba berdiri. “Oke, cukup wawancara. Sekarang sesi dokumentasi!”“Dokumentasi apaan lagi?” gumam Kira.“Selfie keluarga dong. Momen bersejarah. Kak Kira akhirnya menikah sebelum usia 40.”“Saya belum 40,” jawab Kira datar.“Menuju,” sahut Nayla cepat.Mereka semua berdiri. Kursi bergeser. Pelayan bahkan menawarkan bantuan foto, tapi Alika menolak. “Enggak, angle HP aku lebih bagus.”Lumi berdiri di samping Kira. Refleks, jarak mereka agak renggang.Nayla langsung protes. “Itu kenapa kayak foto kelulusan? Deketan.”Tanpa banyak bicara, Kira menarik pinggang Lumi pelan. Natural. Tidak berlebihan. Tapi cukup membuat Lumi sedikit terkejut.“Gitu dong,” kata Alika puas.“Mas suami, senyum,” bisik Lumi pelan, setengah menggoda.Kira meliriknya. “Saya sedang senyum.”“Itu bukan senyum. Itu ekspresi presentasi direksi.”Lumi bahkan berani menyentuh sudut bibirnya dengan jari, menaikkan sedikit.Refleks keluarga Mahesa tertawa.Klik.Foto pertama.“Sekarang pose romantis,” perintah
Last Updated : 2026-02-12 Read more