Ibu mertuaku membantu Lyra berdiri sambil berkata, "Kamu itu orang yang berjasa bagi keluarga kami, mana bisa kamu menderita seperti ini? Cepat bangun."Lyra bangkit dengan menggendong anaknya."Terima kasih, Nyonya," katanya kepada ibu mertuaku."Jangan panggil aku Nyonya, panggil ibu saja," sahut ibu mertuaku sambil tersenyum kepada Lyra. "Anak kalian masih begitu kecil, sedangkan kamu begitu lemah. Mana bisa kamu hidup terpisah dari Alden? Aku sudah buat keputusan. Kalian berdua harus tinggal bersama.""Tapi ...." Lyra menggigit bibirnya, lalu menatapku dengan ekspresi sedih dan berujar, "Kak Freya sepertinya nggak menerimaku.""Memangnya dia itu siapa!" Ibu mertuaku menatapku dingin dan mengancam, "Freya, kalau kamu nggak senang, tinggalkan saja Keluarga Kinjaya!""Ibu, jangan begitu. Freya itu istriku," kata Alden. Dia menyentuh bahuku, lalu melihat bekas tamparan di wajahku dan menghela napas sebelum berujar, "Kalau setuju dari awal, kamu nggak perlu menderita seperti ini."Aku m
Read more