共有

Bab 3 

作者: Johny
Aku tetap tinggal.

Alden membantu memindahkan barang-barangku dari kamar utama ke kamar pembantu. Kemudian, dia berkata kepadaku, "Freya, aku ada urusan. Bantu aku tangani urusan di rumah, ya."

Aku tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

Namun, Lyra menggendong bayi itu dan mengantar Alden ke pintu sambil berkata, "Alden, aku dan anak kita akan tunggu kamu di rumah."

Alden mengangguk. "Hubungi aku kalau butuh sesuatu."

Kemudian, dia pun pergi.

Lyra menoleh ke arahku dan bertanya, "Kak Freya, boleh tolong bantu aku buatkan susu formula?"

Melihat bayi di pelukannya, aku menahan rasa tidak senangku dan pergi ke dapur. Aku membuat susu formula dan memberikan botol itu kepada Lyra. Begitu dia menempelkan botol itu ke bibir bayi, bayi itu langsung menangis.

Lyra segera meletakkan botol itu dan berkata kepadaku, "Kak Freya, aku tahu kamu nggak menyukaiku, tapi anak ini nggak bersalah. Kok kamu pakai air sepanas itu untuk buat susu formula?"

Aku mengambil botol itu dan menyentuhnya. Kemudian, aku menatap Lyra dan berujar, "Apa yang kamu bicarakan? Airnya jelas hangat."

Air mata mengalir di wajahnya. "Kak Freya, kalau kamu nggak suka aku perintah-perintah kamu, aku nggak akan melakukannya lagi. Kembali saja ke kamarmu, aku akan melakukannya sendiri."

Aku menatap bayi itu dan berkata dengan sabar, "Berikan botolnya padaku. Aku akan membuatnya lagi."

Aku membawa botol itu ke dapur dan mengatur suhu air dengan termometer. Kemudian, aku menyerahkan botol itu kepada Lyra.

Kali ini, bahkan sebelum Lyra memasukkan botol itu ke mulut bayi, bayi itu sudah menangis. Tiba-tiba, dia menggendong bayi dan berlutut di depanku sambil menangis. "Kak Freya, aku yang salah. Aku akan segera bawa pergi anak ini. Tolong jangan siksa dia lagi."

Kepalaku berdenyut dengan sakit.

"Lyra, jangan bertindak nggak masuk akal! Kapan aku pernah siksa anak ini?" seruku.

"Minggir!"

Aku didorong hingga jatuh ke lantai. Ketika menoleh, aku melihat ibu mertuaku. Dia lagi-lagi datang kemari.

"Freya, apa kamu mau celakai cucuku?"

"Ibu, Kak Freya nggak bermaksud begitu." Lyra tetap berlutut di lantai dan terlihat menyedihkan. "Dia cuma salah mengatur suhu air waktu buat susu formula."

Ibu mertuaku membantunya berdiri dengan penuh perhatian. "Kenapa kamu berlutut lagi? Kamu itu ibu anak ini. Kamu nggak perlu terlalu tunduk padanya."

Kemudian, dia menoleh ke arahku dan membentak, "Jangan kira aku nggak tahu niatmu. Kamu memang menindas mereka! Kuperingati kamu, kalau sampai aku tahu kamu melakukannya lagi, aku akan langsung suruh Alden menceraikanmu!"

Aku berdiri di tempat dengan tangan terkepal erat. Sejak mengetahui tentang Lyra dan anak ini, aku juga ingin bercerai dengan Alden. Namun, sepuluh tahun hubungan kami telah menjeratku di sini.

Permohonan Alden melunakkan hatiku, sampai-sampai aku hanya bisa diam saja dalam menghadapi hinaan ibu mertuaku dan tuduhan palsu Lyra.

Apa yang bisa kukatakan? Itu hanya akan berujung pada pertengkaran. Aku tetap tinggal di sini untuk mempertahankan pernikahanku dengan Alden, bukan untuk berdebat dengan mereka.

"Nggak bisa punya anak itu satu hal, tapi kamu bahkan nggak bisa buat susu formula dengan benar! Apa lagi yang bisa kamu lakukan?" Ibu mertuaku melanjutkan, "Ngapain kamu masih bengong di sana? Kalau nggak bisa urus anak, pergi cuci pakaian mereka! Habis itu, kerjakan juga pekerjaan rumah lainnya."

Aku menggigit bibir dan pergi tanpa mengatakan apa-apa. Aku melakukan apa pun yang diminta ibu mertuaku. Meskipun punggungku sakit dan anggota badanku terasa lemah, aku tidak berhenti.

"Kak Freya, bisa nggak kamu pergi ke taman dan petik beberapa bunga untuk diletakkan di vas? Warna di rumah ini terlalu monoton. Anak-anak suka warna yang lebih cerah," kata Lyra kepadaku sementara ibu mertuaku pergi ke kamar mandi.

Aku melakukan apa yang dikatakannya.

Saat aku meletakkan bunga-bunga di vas, Lyra berkata lagi, "Kak Freya, bisa nggak kamu dekatkan vasnya? Anak ini pengen lihat bunga."

Aku mengambil vas itu tanpa ekspresi dan berjalan ke arah Lyra dan anaknya.

Lyra mengambil sekuntum bunga dari vas, lalu membiarkan anaknya menciumnya. "Sayang, bunganya cantik, 'kan?"

Tiba-tiba, wajah anak itu memerah dan dia menangis tersedu-sedu.

Lyra melemparkan bunga-bunga itu ke pangkuanku sambil menangis tersedu-sedu. "Kak Freya, sudah kubilang, anakku alergi serbuk sari. Aku sudah suruh kamu jangan bawa masuk bunganya, kenapa kamu tetap nggak mau dengar? Kamu begitu nggak bisa terima aku dan anak ini?"

Aku tidak tahan lagi dan berseru, "Lyra, berhenti berpura-pura!"

Baru saja aku hendak menghampiri anak itu untuk memeriksanya, seseorang mencengkeram lenganku dengan kuat.

"Cukup!" Alden menatapku dengan wajah muram.

Ibu mertuaku yang baru saja keluar dari kamar mandi juga mendengar keributan itu dan bergegas menghampiriku. Kemudian, dia membanting vas itu ke tubuhku. Vas itu pecah berkeping-keping dan serpihannya melukai kulitku.

Darah mengalir membasahi lantai. Rasa sakit menyebar dari luka itu.

"Dasar perempuan jahat! Kamu benar-benar mau celakai cucuku, ya! Alden, kamu nggak boleh biarkan wanita ini tinggal di sini lagi! Dia mau celakai anakmu!"

Alden mengambil bayi itu dari Lyra. "Kemasi barang-barangmu, kita pergi ke rumah sakit."

Ketiga orang itu buru-buru membawa bayi itu keluar.

Aku menatap kosong sosok Alden yang menjauh. Dia bahkan tidak melirikku saat pergi, seolah-olah dia sama sekali tidak peduli bahwa aku terluka.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 8

    Aku kembali ke kampung halamanku. Di sini, aku menggunakan tabunganku selama bertahun-tahun untuk membuka restoran kecil. Sebelum dipaksa mengundurkan diri, aku bekerja di industri makanan dan memiliki minat yang mendalam dalam bidang ini. Saat masih kuliah, aku pernah berpikir untuk membuka restoran sendiri, tetapi keluarga dan teman-temanku menganggapnya terlalu sulit dan menyarankanku untuk terlebih dahulu mencari pekerjaan yang stabil.Setelah akhirnya berani mengambil langkah itu, aku menyadari bahwa meskipun pekerjaan itu sangat sibuk dan melelahkan, aku juga melakukannya secara sukarela karena itu adalah hal yang kusukai.Untungnya, sejak dibuka, restoran itu menjadi sangat populer di kalangan penduduk setempat. Aku tenggelam dalam pekerjaanku, juga merasa puas dan bahagia.Aku mengerti bahwa meskipun memiliki pernikahan yang gagal, itu bukanlah akhir dunia. Hidup akan terus berjalan.Alden tidak menikah lagi. Bertahun-tahun kemudian, dia terbang ke kampung halamanku untuk mene

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 7

    Setelah memukul Lyra, ibu Alden merasa putus asa. Jika putranya mandul, apa yang harus dilakukan mereka kelak? Dia tiba-tiba teringat Freya."Nak, di mana Freya? Suruh saja dia temani kamu pergi berobat. Kalau keadaanmu nggak bisa disembuhkan dalam negeri, kita pergi ke luar negeri. Kamu pasti bisa sembuh.""Ibu!" Alden berteriak seperti orang gila, "Apa kamu merasa Freya belum cukup celaka?""Kalau begitu, gimana dong? Bukannya dia itu wanita yang paling kamu cintai? Kalau nggak cari dia, kamu mau cari siapa lagi?" Alden merasa lelah. Menyadari bahwa dirinya tidak bisa membujuk ibunya dalam waktu singkat, dia menyerahkan surat kesepakatan cerai itu kepada ibunya.Begitu melihatnya, ibu Alden langsung berseru marah, "Dia mau cerai? Bernyali sekali dia!"Setelah beberapa saat, dia menatap Alden lagi dan bertanya dengan hati-hati, "Freya sudah tahu kamu mandul?"Alden tidak ingin berbicara dengan ibunya lagi."Ibu, aku akan pergi minta maaf ke Freya sekarang. Setelah aku bawa dia kembal

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 6

    Rowan adalah asisten Alden, sedangkan Lyra adalah sekretarisnya. Kedua orang itu adalah teman sekelas SMA dan pernah berpacaran. Begitu pulang kerja, mereka juga sering tidur bersama. Seiring waktu, Lyra pun hamil. Setelah bekerja untuk Alden selama bertahun-tahun, mereka tahu bahwa Alden dan Freya masih tidak memiliki anak setelah menikah. Jadi, niat jahat timbul dalam benak mereka. Rowan menyuap dokter di rumah sakit untuk mengganti hasil tes Alden dan Freya. Sementara itu, Lyra memanfaatkan kesempatan untuk membawa Alden ke hotel ketika Alden dibuat mabuk oleh seorang klien, agar bisa menciptakan ilusi mereka telah berhubungan intim dalam keadaan mabuk.Kemudian, Lyra menunjukkan hasil tes kehamilannya dan menangis sambil memohon kepada Alden untuk mempertahankan anak tersebut. Dengan begitu, mereka secara bertahap menjebak Alden hingga Lyra dan anak itu tinggal di rumah Alden.Tujuan Lyra dan Rowan adalah menjadikan anak itu sebagai pewaris Grup Kinjaya. Setelah itu, mereka akan

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 5

    Alden tidur sangat lama di tempat tidur. Ketika dia bangun, Lyra sudah membawa anak itu ke kamar utama."Ada apa ini?" Dia bertanya pada Lyra, "Bukannya Freya yang menjaganya? Kenapa kamu bawa anak itu kemari?"Lyra menenangkan anak itu, lalu berkata kepada Alden, "Kak Freya nggak ada di sini."Alden mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"Lyra menjawab dengan ragu: "Kak Freya sudah pergi semalam."Alden melompat turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar pembantu. Kamar itu kosong melompong.Alden mengambil ponselnya dan menelepon Freya. Setelah panggilan terhubung, dia bertanya, "Kamu pergi ke mana? Kapan kamu akan kembali?""Aku nggak akan kembali lagi," jawab Freya.Firasat buruk muncul di hati Alden. Dia berkata kepada Freya, "Freya, aku yang salah. Aku nggak akan menyalahkanmu lagi. Tolong kembali, ya?"Freya terkekeh. "Alden, memangnya cuma itu kesalahanmu?" "Pak Alden, ada paket dokumen untukmu." Terdengar ketukan di pintu.Alden membuka pintu dengan masih menggenggam ponsel."

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 4

    Setelah langit gelap, Alden dan Lyra baru kembali.Aku bangkit dan melihatnya menggendong bayi itu sambil menghiburnya dengan lembut.Hatiku terasa sakit. Aku bergegas menghampirinya dan berkata, "Alden, aku nggak tahu anak ini alergi terhadap serbuk sari. Lyra yang minta aku memetik bunga."Alden menatapku dingin. "Maksudmu, Lyra mau sakiti anaknya sendiri? Freya, coba dengar apa yang kamu katakan. Apa itu masuk akal?"Aku pun terkejut. Dia tidak percaya padaku."Sudahlah, kembali saja ke kamarmu dan istirahatlah. Lyra bilang, dia nggak akan permasalahkan hal hari ini. Kelak, jangan ulangi lagi," tambah Alden.Aku berkata dengan berlinang air mata, "Alden, dengarkan penjelasanku ....""Cukup!" Alden menyela, "Kenapa kamu terus mengungkit hal ini? Sudah kubilang, semuanya sudah berlalu."Kemudian, dia meletakkan bayi itu dalam pelukanku dan menarikku ke kamar pembantu."Anak ini akan tidur bersamamu malam ini. Kumohon, ubahlah pola pikirmu dan rawat dia dengan baik. Anggap dirimu sebag

  • Mandul, Lalu Dikhianati   Bab 3 

    Aku tetap tinggal.Alden membantu memindahkan barang-barangku dari kamar utama ke kamar pembantu. Kemudian, dia berkata kepadaku, "Freya, aku ada urusan. Bantu aku tangani urusan di rumah, ya."Aku tidak menunjukkan ekspresi apa pun.Namun, Lyra menggendong bayi itu dan mengantar Alden ke pintu sambil berkata, "Alden, aku dan anak kita akan tunggu kamu di rumah."Alden mengangguk. "Hubungi aku kalau butuh sesuatu."Kemudian, dia pun pergi.Lyra menoleh ke arahku dan bertanya, "Kak Freya, boleh tolong bantu aku buatkan susu formula?"Melihat bayi di pelukannya, aku menahan rasa tidak senangku dan pergi ke dapur. Aku membuat susu formula dan memberikan botol itu kepada Lyra. Begitu dia menempelkan botol itu ke bibir bayi, bayi itu langsung menangis.Lyra segera meletakkan botol itu dan berkata kepadaku, "Kak Freya, aku tahu kamu nggak menyukaiku, tapi anak ini nggak bersalah. Kok kamu pakai air sepanas itu untuk buat susu formula?"Aku mengambil botol itu dan menyentuhnya. Kemudian, aku

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status