Pagi hari kelima, ritme mesin berubah. Kapal mulai berbelok perlahan.Dari celah jendela sempit terlihat garis daratan jauh di depan. Tidak ada pelabuhan maupun kota. Hanya dinding hutan lebat yang seolah tumbuh langsung dari laut.“Bersiap.”Suara Arka rendah, namun seluruh tim langsung bergerak.Senjata yang sebelumnya dirakit dibongkar kembali ke konfigurasi tersembunyi. Laras, bolt,amunisi, dan optik masuk ke koper khusus.Tas medis Vanessa kini menjadi pusat distribusi penting. Selain obat-obatan, di dalamnya tersimpan komponen pistol dan beberapa alat ledak mini.Kapal tidak merapat ke pantai, ia berhenti kira-kira satu kilometer dari daratan.Dari sela kabut pagi, sebuah perahu motor tua muncul dari garis hutan dan melaju mendekat seperti bayangan.“Itu kontak dari jalur Bayang Tua,” bisik Garuda Hitam. Ia mengangkat tangan dan memberi kode tertentu.Pria berkulit gelap di atas perahu, mengenakan topi jerami compang-camping, membalas dengan gestur identik. Tanpa bicara lagi, ti
Baca selengkapnya