Tatapan Ravok menyapu seluruh bar dengan cepat, seperti bilah yang mengiris tanpa suara. Saat matanya menangkap Arka, Arga, dan Taring Baja, gerakannya sempat terhenti sepersekian detik. Lalu sorot itu langsung berubah, mengeras, dipenuhi niat membunuh yang tak disembunyikan.“Menarik,” gumamnya pelan, sudut bibirnya terangkat dingin. “Aku sudah mencari ke mana-mana, ternyata kalian datang sendiri.”Arka tidak bereaksi. Ia hanya memperhatikan Ravok dan kelompoknya berjalan mendekat dengan tekanan yang semakin terasa di udara. Dengan tenang, ia meletakkan gelas di meja, lalu melirik singkat ke arah Gavira.“Sepertinya aku harus permisi sebentar.”“Perlu bantuan?” tanya Gavira, nadanya lebih serius kali ini.Arka menggeleng ringan. “Tidak perlu.”Ia berdiri.Dalam satu gerakan yang nyaris tanpa jeda, Arga dan Taring Baja ikut bangkit. Ketiganya bergerak membentuk formasi segitiga longgar menghadap arah datangnya ancaman. Tampak santai di permukaan, tetapi posisi mereka sudah menutup beb
Baca selengkapnya