"Kirim dua kelompok." Adelina menjawab pertanyaan itu. Tatapannya berubah semakin dingin. "Kelompok pertama tetap tim investigasi. Selidiki mereka sungguh-sungguh. Kalaupun tidak menemukan apa-apa, itu bukan masalah."Ia berhenti sejenak, lalu mengetuk beberapa titik penting di wilayah Keluarga Wijaksana pada peta. "Kelompok kedua adalah pasukan bunuh diri. Pilih orang-orang yang identitasnya tidak dikenal, benar-benar setia, benar-benar bisa dipercaya, dan sudah siap mati. Suruh mereka mengenakan seragam Keluarga Mahardika, lalu menyusup ke wilayah Keluarga Wijaksana."Nada suaranya tetap tenang, tetapi setiap katanya dipenuhi tekad yang dingin."Lakukan pembunuhan, pembakaran, dan sabotase. Semakin besar kerusakannya, semakin baik. Kalau bisa, ledakkan gudang senjata mereka, bakar ladang mereka, lalu habisi beberapa tokoh penting mereka."Ekspresi Pramudya langsung berubah drastis. "Kakak... apa kita benar-benar akan melakukan ini?"Suara Pramudya sedikit bergetar. "Itu sama saja de
Read More