Suara langkah kaki yang mantap dan berat bergema di atas lantai marmer, mendekati ruang kerja.Vittoria tidak panik. Ia tidak mencoba menutup map itu atau melarikan diri kembali ke ruang tengah. Meski berbahaya, ia berusaha untuk tenang, ia tetap berdiri tegak di balik meja kayu jati raksasa tersebut, membiarkan map merah bertuliskan Project Vanguard tetap terbuka lebar di bawah jarinya.Pintu kaca bergeser terbuka.Domenico melangkah masuk, melepaskan kancing kemeja teratasnya dengan satu tangan. Namun, langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Vittoria yang berdiri di area pribadinya. Tatapannya meluncur turun ke map merah di atas meja, dan seketika itu juga, atmosfer di ruangan tersebut berubah menjadi dingin."Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak melakukan hal konyol, Vittoria," ujar Domenico. Suaranya rendah, halus, namun menyimpan bahaya yang nyata."Konyol?" Vittoria tertawa kecil, suara tawa yang hampa dan tajam. Ia mengangkat lembaran kertas dari berkas keluarganya.
Read more