Mobil itu membelah jalanan Milan dengan kecepatan konstan. Di kursi belakang, Vittoria duduk membisu, menatap pemandangan kota yang lewat di balik kaca jendela dengan tatapan kosong. Di kepalanya, suara histeris Lorenzo dan pengakuan terselubung Nico pagi ini berputar seperti kaset rusak.Ia merasa ngeri, namun di saat yang sama, ada kepuasan gelap yang muncul di dadanya melihat pria yang mengkhianatinya kini merangkak di ambang kehancuran.Dari kursi kemudi, Domenico—yang masih memakai topeng pelayan sebagai Nico—menatap pantulan Vittoria di kaca spion tengah. Melihat ekspresi wanita itu, ingatan Domenico melayang kembali ke kejadian beberapa jam lalu, tepatnya tengah malam tadi di basement sunyi Vila Lombardi.Malam itu, suasana kabin mobil sedingin es, hanya diterangi cahaya remang lampu dasbor. Di kursi belakang, Vittoria akhirnya tenang dan tertidur karena kelelahan setelah tangisannya mereda. Nico memastikan wanita itu benar-benar terlelap melalui kaca spion, sebelum ia meraba
Última atualização : 2026-06-10 Ler mais