Beranda / Mafia / Sweet Decepticon / Bab 14 Malam yang Panjang

Share

Bab 14 Malam yang Panjang

Penulis: Silentia
last update Tanggal publikasi: 2026-07-31 22:40:48

Gerbang besi Villa Lombardi yang biasanya berdiri megah menyambut kepulangan mereka, kini terasa seperti pintu masuk menuju sirkus keputusasaan.

Dua mobil sedan hitam asing terparkir di halaman utama. Beberapa pria berwajah kaku dengan setelan jas abu-abu formal tampak berdiri di teras, membawa map tebal dan mencatat aset-aset luar ruangan.

Orang-orang bank. Pembawa pesan kematian bagi status sosial keluarga Lombardi.

Begitu Bentley berhenti, Vittoria bahkan tidak menunggu Nico membukakan pint
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sweet Decepticon   Bab 30 Jaga Mulutmu, Nyonya Cavaliere

    Awan hitam menggelantung rendah di atas kawasan industri Monza, membentangkan kabut tipis di sepanjang gerbang utama kompleks pabrik Conti Logistics. Kompleks bernilai puluhan juta euro itu adalah jantung distribusi bahan baku utara Italia, aset paling berharga yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali Vittoria dan Domenico.Di luar pagar besi raksasa yang terkunci rapat, lima mobil SUV hitam berlogo keluarga Rossi terparkir melintang, memblokir jalan akses utama.Belasan pria bertubuh kekar dengan mantel kulit gelap dan senjata api terselip di balik jas berdiri mengepung gerbang. Di barisan paling depan, berdiri Marco Rossi, putra mahkota keluarga Rossi yang terkenal sadis, memegang cetakan salinan dokumen jalur distribusi Conti yang baru saja ia rebut dari Lorenzo."Buka gerbangnya!" teriak Marco dengan nada angkuh, menghentakkan kakinya ke tanah. "Atas nama konfrontasi klaim keluarga Rossi, pabrik dan seluruh jalur distribusi ini resmi disita sebagai jaminan utang Lombardi Group

  • Sweet Decepticon   Bab 29 Domenico adalah Iblis

    Aroma antiseptik dan cairan pembersih yang menyengat memenuhi lorong sempit rumah sakit umum di pinggiran kota Milan. Tempat ini kumuh dan remang-remang, sangat kontras dengan kemewahan penthouse milik Domenico atau ruang rapat Cavaliere Holdings.Domenico melangkah membelah lorong dengan mantel hitamnya, diikuti oleh Vittoria yang mengenakan gaun merah darah. Dua pengawal pribadi mereka berjalan sigap di depan, melumpuhkan dua pria berpakaian jaket kulit, orang-orang Rossi yang ditugaskan mengawasi kamar Lorenzo agar pria itu tidak melarikan diri tanpa menimbulkan kegaduhan.Enzo mendorong pintu kamar nomor 104 hingga terbuka lebar.Di atas tempat tidur besi kusam, terbaring Lorenzo Lombardi. Tubuhnya dalam kondisi mengenaskan, wajahnya lebam kebiruan, hidungnya dipasangi penyangga, salah satu kakinya digantung gips, dan dadanya terbungkus perban ketat akibat patah tulang iga.Lorenzo meringis saat mendengar pintu terbuka. Matanya yang bengkak melebar kengerian ketika melihat dua sos

  • Sweet Decepticon   Bab 28 Saksi Bisu dari Pergumulan Panas

    Cahaya siang menerobos masuk dari dinding kaca raksasa lantai lima puluh, membiaskan pendar kemewahan di atas meja kayu mahoni yang kini berantakan. Berkas-berkas saham yang tadi pagi dibahas oleh belasan anggota dewan berserakan di atas karpet tebal, menjadi saksi bisu dari pergumulan panas dan dominasi yang baru saja usai.Vittoria menyandarkan dadanya yang masih naik-turun pada dada bidang Domenico. Keduanya masih berada di atas meja rapat raksasa itu. Kemeja hitam Domenico terbuka lebar, memperlihatkan otot dadanya yang berkeringat tipis. Tangan besar pria itu melingkar erat di pinggang telanjang Vittoria, enggan memberi jarak meski ketegangan telah mengendur."Kamu ber berani sekali, Nyonya Cavaliere," bisik Domenico, jemarinya mengusap lembut garis punggung mulus Vittoria yang terekspos di balik gaun merahnya yang setengah terbuka. Suaranya serak, sarat akan kepuasan murni. "Membiarkan suamimu mengambilmu di atas meja dewan direksi."Vittoria membuka matanya perlahan. Ia tidak m

  • Sweet Decepticon   Bab 27 Menyalakan Api Gairah

    Pintu ganda ruang rapat lantai lima puluh terkunci rapat dari dalam dengan dentang berat. Suara histeris Marcello yang diseret di koridor luar perlahan lenyap, digantikan oleh keheningan yang begitu pekat dan sarat akan ketegangan.Di dalam ruangan megah itu, sisa-sisa aroma konspirasi dan parfum mahal para anggota dewan masih menggantung di udara.Domenico tidak beranjak dari posisinya yang berlutut di hadapan Vittoria. Jemari besarnya yang kuat masih mencengkeram jemari kiri Vittoria, menahan wanita itu di atas kursi kulit kebesarannya. Matanya yang gelap, yang baru saja membantai karier politik pamannya tanpa berkedip, kini terkunci lurus pada bibir merah darah milik istrinya."Kamu melihat cara mereka menatapmu tadi, mia regina?" bisik Domenico, suaranya turun menjadi nada rendah yang menggetarkan dada. "Mereka ketakutan. Pria-pria tua yang menguasai bursa saham Milan gemetar di depan seorang wanita bergaun merah."Vittoria menunduk, menatap pria yang mengurung kakinya di antara k

  • Sweet Decepticon   Bab 26 Kamu Melatih Serigala yang Sangat Tajam

    Wajah Marcello berubah dari pucat menjadi merah padam, lalu hijau kelabu. Napasnya memburu, matanya membelalak tak percaya menatap lembaran dokumen bernoda segel hukum resmi yang dibeberkan Vittoria di atas meja mahoni."Ini penipuan! Ini konspirasi kotor!" raung Marcello, menepuk meja dengan kedua telapak tangannya hingga cangkir-cangkir porselen di hadapan para anggota dewan berdenting kencang. "Bagaimana bisa wanita ini, bekas istri bajingan Lombardi, memegang sepuluh persen saham mengambang Konsorsium Utara?! Itu tidak sah!""Jaga lidahmu, Marcello," suara Domenico meluncur pelan, namun getaran dingin di dalamnya membuat dua anggota dewan tertua di sebelah kiri refleks menarik kursi mereka ke belakang.Domenico melangkah melintasi karpet tebal, berdiri tepat di belakang kursi Vittoria. Kedua tangannya yang kokoh hinggap di sandaran kursi istrinya, memagari Vittoria dengan aura dominasi mutlak yang tak tergoyahkan."Dokumen itu disahkan oleh Notaris Negara dan Bank Sentral Milan te

  • Sweet Decepticon   Bab 25 Mereka Akan Mencoba Memakanmu Hidup-hidup

    Katedral Sant'Ambrogio yang biasanya megah dan teduh sore itu terasa sedingin ruang eksekusi. Tidak ada bunga-bunga putih mewah, tidak ada alunan musik yang menggema, dan tidak ada barisan tamu yang memberikan ucapan selamat.Di dalam kapel pribadi yang tertutup untuk umum, hanya ada seorang pastor tua yang gemetar membaca ikrar, Enzo yang berdiri berjaga di balik pintu ganda, serta dua pengawal bersenjata lengkap yang mengawasi sudut-sudut pilar marmer.Vittoria berdiri di hadapan altar dengan gaun pengantin sutra putih berpotongan simpel namun tegas. Di sampingnya, Domenico berdiri tegap bagaikan patung batu dalam setelan tuxedo hitam kaku."Dengan otoritas gereja dan hukum sipil yang diberikan kepadaku," suara pastor tua itu bergetar pelan di tengah keheningan kapel yang angker, "aku menyatakan kalian berdua resmi sebagai suami istri. Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan, tidak boleh dipisahkan oleh manusia."Domenico tidak menunggu perintah pastor. Ia meraih jemari kiri Vittoria

  • Sweet Decepticon   Bab 6 Kamu Menutupi Karyaku

    Nico sedang bersandar di batang pohon, satu tangannya dimasukkan ke saku celana, tangan lainnya memegang rokok yang menyala. Asap tipis mengepul di sekitar wajahnya, memberinya aura misterius."Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Vittoria, suaranya bergetar. Antara kaget, marah, dan lega.Nico me

  • Sweet Decepticon   Bab 5 Villa Necchi Campiglio

    Villa Necchi Campiglio malam itu bukan lagi sekadar bangunan bersejarah di jantung Milan; ia telah berubah menjadi panggung sandiwara raksasa bagi kaum elit Eropa. Lampu-lampu kristal chandelier bergelantungan seperti tetesan air mata beku di langit-langit, memantulkan cahaya pada perhiasan berlian

  • Sweet Decepticon   Bab 2 Saya Sedikit Terbawa Suasana

    Penthouse di Porta Nuova itu hening, dingin, dan berbau kemewahan, sangat berbanding terbalik dari bengkel kumuh tempat Vittoria memungut "peliharaan" barunya. Dinding kaca setinggi langit-langit memamerkan cakrawala Milan yang basah, namun Vittoria tidak punya waktu untuk menikmati pemandangan.Ia

  • Sweet Decepticon   Bab 1 Saya Milik Anda Malam Ini

    Langit Milan tidak sekadar hujan malam ini, langit sedang berdarah. Air turun dalam tirai-tirai kelabu yang tebal, menghapus gemerlap lampu kota fashion itu menjadi lukisan abstrak yang luntur. Namun, bagi Vittoria Lombardi, badai di luar jendela mobilnya tidak ada artinya dibandingkan dengan keha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status