"[ 1... ]" "TIDAAAK! GUE KAGAK MAU PERGI! GUE MAU MENGABDI DI SINI!" teriak Fang Zhe histeris, suaranya menggelegar memantul di sepanjang koridor gua rahasia. Dengan gerakan dramatis secepat kilat, Fang Zhe menarik kembali kakinya yang hampir menyentuh ambang pintu luar, lalu berbalik seratus delapan puluh derajat dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Pemimpin Sekte. "Nyonya Ketua yang terhormat! Setelah memikirkannya matang-matang dalam tempo satu detik tadi, hati nurani gue bergejolak hebat! Bagaimana mungkin gue meninggalkan sekte yang begitu indah, murni, dan penuh kehangatan ini?! Sungguh dosa besar!" seru Fang Zhe seraya menepuk dadanya penuh drama. "Gue, Fang Zhe, dengan seluruh jiwa dan raga, menetapkan hati untuk mengabdi penuh pada Sekte Lembah Perawan! Tolong jadikan gue bagian dari sekte ini! Apakah Anda memperkenankan aku bergabung dengan sekte anda?" DIIIING! Tepat di hitungan terakhir, angka merah darah di jendela antarmuka transparan itu mendadak membeku, lal
Magbasa pa