'Hehehehe! Akhirnya aku benar benar bebas!' ungkap senangnya dalam hati. Melihat Tetua Hukuman terpaku memandangi kedua pil tingkat Dewa di telapak tangannya dengan napas tersengal-sengal, Fang Zhe menyunggingkan senyum tipis yang penuh percaya diri. Ia meregangkan otot-otot lehernya yang sempat tegang, lalu menepis debu di pakaiannya dengan gerakan santai—seolah baru saja menyelesaikan urusan sepele, bukan habis memukul jatuh petir dari langit. "Nah, Tetua," ujar Fang Zhe dengan nada santai, suara bass-nya memecah keheningan di antara reruntuhan. "Sesuai dengan perjanjian di awal... Aku sudah membuktikan bahwa aku tidak cuma asal bual. Pil tingkat Dewa ini nyata, dan terbuat langsung di depan mata kepala kalian semua." Fang Zhe melipat kedua tangannya di dada, menatap lurus ke arah Tetua Hukuman dan Su Yin yang masih mematung. "Tuduhan pemuda mesum mengintip mandi itu sama sekali tidak berdasar. Jadi, hukuman potong 'pusaka' milikku resmi dibatalkan, kan? Jangan sampai asset p
Magbasa pa