Melihat pandangan Su Yin yang masih terpana dan terus terombang-ambing antara rasa haru serta ketidakpercayaan, Fang Zhe menyunggingkan senyum tipis. Ia tahu betul jika pembicaraan ini diteruskan, gadis secerdas Su Yin bakal makin banyak bertanya dan bisa-bisa bualan fiksi tentang "Guru Purba"-nya makin kewalahan dipertahankan."Sudah, tak perlu dipikirkan terlalu dalam," potong Fang Zhe lembut sambil menepuk pelan bahu mulus Su Yin. "Simpan dulu Pedang Bulan Frost-Yin itu ke dalam Cincin Spasial milikmu. Aura pusaka tingkat Surgawi ini terlalu tajam—kalau dibiarkan bergetar di udara bebas terus-menerus, bisa pancing perhatian para sesepuh tua yang kebetulan lewat."Su Yin tersentak pelan dari lamunannya. Ia menyadari kebenaran ucapan Fang Zhe. Dengan niat spiritual singkat, kilatan cahaya ungu di tangannya meredup halus saat Pedang Bulan Frost-Yin meluncur masuk dengan aman ke dalam cincin ruang berukiran es di jarinya. Hawa dingin berkadar ekstrem di puncak bangunan itu pun berangs
اقرأ المزيد