Su Yin mendengus dingin, memutar matanya seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Tutup mulutmu, Fang Zhe. Dalam situasi seperti ini kau masih sempat-sempatnya menyombongkan wajah kusammu itu?" Gadis itu kemudian melirik Cailin yang kini menatap Fang Zhe dengan mata berapi-api penuh aura permusuhan. "Cailin itu tipe orang yang sangat sombong, pemarah, dan paling tidak terima jika posisinya digeser," bisik Su Yin pelan, suaranya mengandung nada peringatan. "Selama ini dia merasa sebagai kultivator wanita terkuat di antara murid generasi muda sekte kita. Melihat posisi ketiganya direbut begitu saja oleh murid baru yang dikenal sebagai 'tukang racik obat', gengsinya pasti hancur berkeping-keping. Dia tidak akan tinggal diam sampai kau bersedia menerima tantangannya dan membuktikan siapa yang lebih pantas." "Waduh, berabe juga ya," gumam Fang Zhe seraya mengusap dagunya, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan niat jahil. "Padahal gue ini orangnya paling malas berantem
Baca selengkapnya