Gu Cheng tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Fang Zhe, meski urat di lehernya masih menyembul karena menahan amarah. Ia mengibaskan jubah peraknya yang mewah, menatap Fang Zhe dengan pandangan penuh penghinaan. "Garis merah? Wanita-wanitamu?" ejek Gu Cheng dengan suara melengking. "Pria miskin tak tahu malu seperti dirimu bahkan tidak pantas berdiri di samping mereka! Membayar sepuluh batu spiritual kelas rendah saja kau harus meminjam uang, beraninya kau bicara soal garis merah di hadapanku!" Gu Cheng maju satu langkah lagi, membusungkan dadanya dengan angkuh. "Di dunia kultivasi ini, kekuatan dan batu spiritual adalah aturan mutlak! Aku, Gu Cheng, adalah pembawa takdir Klan Gu. Apapun yang aku inginkan, pasti akan menjadi milikku—termasuk dua wanita disisimu itu! Kau cuma sampah yang kebetulan lewat!" Meski ancaman Gu Cheng menggelegar dan memancing tatapan ngeri dari para kultivator di sekeliling lapak, Fang Zhe sama sekali tidak bergerak. Ia tidak menaikkan auranya, tidak p
Read more