"Mati sekarang atau nanti sama saja."Maisa berjalan ke arah jalan, terlihat dari arah belakang dia berdiri mobil melaju kencang. Seakan tidak peduli dengan itu, wanita cantik itu berjalan hampir ke tengah.Beberapa pengguna jalan membunyikan klakson padanya, dia tetap tidak peduli. Matanya masih menatap ke arah Bima yang hanya diam.Semakin dekat mobil itu melaju kearahnya, dia malah menutup mata. Tanda dia pasrah jika mobil itu akan menabraknya."Apa kau sudah gila!"Teriakan itu membuat Maisa membuka mata. Dia pikir mobil itu sudah menabraknya. Ternyata dia sudah disisi jalan dengan Bima yang memeluk erat tubuhnya.Bukannya menatap kearah orang yang memaki, Maisa menatap pria yang memeluknya. Rasa takut itu seperti tidak ada dalam gurat wajahnya. Dia melakukan ini hanya karena ini Bima bersamanya.Maisa tidak tau lagi bagaimana caranya menahan pria asing yang baru dia temui beberapa waktu ini."Jangan memberikan keburukan pada orang lain hanya karena kecerobohanmu. Kau hanya akan m
Read more