Ronald berdehem canggung. Matanya sempat melirik tautan tangan Gerald dan Liliana yang begitu erat sebelum kembali menatap Gerald. "Thomas bilang kamu mungkin tidak datang karena sibuk. Tapi ternyata... dugaanku salah.""Istriku sedang ingin makan seafood, dan karena ini restoran teman lama, tidak ada alasan untuk menolak," jawab Gerald datar. Suaranya dingin, sangat kontras dengan nada lembut yang ia gunakan pada Liliana tadi di mobil.Grace melangkah maju lebih dekat ke arah Gerald, jemarinya meremas tali tas branded-nya hingga buku jarinya memutih. "Gerald, bisakah kita bicara sebentar? Hanya berdua. Ada hal tentang kerja sama keluarga kita yang—""Jika ini tentang bisnis, hubungi sekretarisku di jam kantor, Grace," potong Gerald tanpa emosi. "Sekarang adalah waktu pribadiku dengan istriku"Liliana bisa merasakan aura permusuhan yang pekat dari arah Grace. Namun, alih-alih merasa terintimidasi, ia justru semakin merapatkan tubuhnya ke lengan Gerald. Ia tersenyum tipis, sebuah senyu
Read More