ログインDi usia kehamilan 28 minggu saat Liliana kehilangan bayi dalam kandungannya, suaminya justru sibuk mengurusi cinta pertamanya yang jarinya terluka kecil karena goresan. Saat itulah Liliana mati rasa. Ia menandatangani surat cerai, pergi untuk menekuni karirnya sebagai dokter spesialis, dan kembali lima tahun kemudian dengan identitas dan nama baru. Tapi, saat bertemu kembali untuk pertama kalinya, Gerald malah menggila! "Kamu pergi seenaknya, kamu pikir aku akan melepaskanmu?" Liliana menatapnya dengan dingin dan berkata, "Tuan Ford, kita sudah bercerai, jangan sok akrab denganku."
もっと見るMendengar permintaan Lucy, ekspresi Adam langsung berubah jelek. suasana hatinya yang sejak bangun sangat baik dan cerah, seketika berubah mendung. Adam jelas ingin berkata tidak, namun Ana justru tersenyum padanya dan menjawab sebaliknya, "Baiklah, silahkan. Aku yakin kalau Adam tidak akan keberatan, benar kan?" "Tentu saja aku keberatan, aku kan-" "Ya ampun, sayang kamu jangan pelit begitu dong sama calon adik iparmu? Lucy itu kan adik aku satu-satunya, masa kamu tega tidak mau memberinya tumpangan?" Ana berkata sambil berjalan menghampiri Adam, dengan nada yang manja dia membujuk pria itu sembari menggoyang-goyangkan lengan kekasihnya itu. Adam dan Lucy sama-sama membeku di tempat. Terkejut dengan sikap Ana yang tiba-tiba berubah. Bedanya, Adam terkejut karena bahagia, sementara Lucy terkejut karena tidak terima dengan ucapan kakaknya. Adam berdehem sekali dengan keras sebelum akhirnya menjawab, "baiklah, karena pacarku yang minta, aku akan mengizinkan. Silahkan, calon adik i
Setelah mendarat dengan selamat, Adam tidak langsung mengantar Ana pulang ke rumahnya, melainkan membawa gadis itu keliling kota Malaka dalam rangka merayakan hari pertama mereka resmi berpacaran. Mereka baru pulang setelah matahari hampir tenggelam.Adam mengemudikan mobilnya sendiri dan Ana duduk di sampingnya dengan canggung. Ini adalah pertama kalinya dia diantar pulang oleh seorang pacar."Terima kasih," ucap Ana tiba-tiba.Adam menoleh ke arah gadis itu sembari mengerutkan keningnya. "Terima kasih untuk apa?" tanyanya."Karena kamu membuatku merasakan sesuatu yang bahkan tidak berani aku impikan."Pernyataan sederhana yang tulus itu membuat dada Adam terasa sesak. Meski tidak menyaksikannya secara langsung, tapi dari cerita Gerald, dia telah mengetahui tentang masa lalu Ana yang diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh lingkungannya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Jadi, sangat wajar jika Ana merasa bersyukur atas sesuatu yang seharusnya menjadi hal lumrah bagi orang lain—seperti b
Liliana menghela napas panjang, wajahnya berubah sendu saat mengingat kenangan pahit itu."Gadis bernama Alana itu divonis mengidap tumor ganas di otak. Namun, saat itu dia tahu bahwa Kak Adam sedang mengikuti banyak ujian kompetensi dan seleksi beasiswa masuk perguruan tinggi jurusan kedokteran paling populer di Meikarta. Jadi, dia merahasiakannya dari Kak Adam."Liliana menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan keheningan malam yang dilengkapi semilir angin sejuk menemani mereka."Malam itu, kondisi Alana memburuk. Dia terus mencoba menghubungi Kak Adam, mungkin karena merasa hidupnya tidak lama lagi. Jadi, dia tidak berhenti menghubungi Kak Adam dan mengirimkan banyak pesan, tidak seperti biasanya. Namun, Kak Adam tengah menjalani ujian operasi pertamanya, jadi ponselnya memang tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Hingga sampai Alana mengembuskan napas terakhirnya, dia tidak bisa bertemu dengan Kak Adam."Alana adalah luka terdalam kakaknya, juga nama yang masih tetap memb
Kale memperhatikan pasangan di hadapannya sambil menahan senyum. Pria dengan kepala plontos berperawakan tinggi besar itu kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.Sebelum pergi, Kale menepuk bahu Adam dan berkata, "Baiklah, Dokter Adam, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga calon istri Anda dengan baik. By the way, tidak perlu cemburu pada saya, bukankah saya lebih cocok jadi ayahnya Ana daripada pacar?"Kale tersenyum, kemudian melempar kedipan menggoda ke arah Ana yang sukses membuat rona merah di wajah Ana kian memerah. Gadis itu melotot ke arah Kale, namun binar wajahnya jelas tampak bahagia.Setelah Kale pergi, Ana meronta dan melepas pelukan Adam."Kale sudah pergi, Dokter Adam, lepaskan saya. Anda... tidak perlu berakting lagi."Ana mencoba menghindar. Entah kenapa dia merasa tidak mampu untuk menatap mata Adam."Siapa yang sedang berakting, Anastasia? Aku bersungguh-sungguh, termasuk perasaan kesalku karena kamu malah menyuruh
"Sayangku, benarkah kamu hamil?"Rosalina mengangguk dengan bahagia."Lalu, bagaimana dengan hubunganmu dan Dexter? Apa kalian...""Mama dan Papa tenang saja. Aku sedang menjalankan rencanaku, kami akan baik-baik saja, oke?""Baiklah, asal kamu berjanji akan menjaga diri baik-baik
Pada akhirnya, Dexter dan Rosalina kembali ke kamar mereka. Sepanjang perjalanan menuju ke kamar, keduanya membisu—tidak ada yang berinisiatif memulai pembicaraan.Rosalina berpikir, kenapa Dexter begitu marah padahal pria itu sama sekali tidak merugi? Mendapatkan istri yang masih perawan di era se
Danish termangu saat menerima tamparan dari Rosalina."Lihat posisimu, Danish Dzulfikar! Sekali lagi kamu lancang menyentuhku, akan kubuat kamu menyesal!"Rosalina masuk kembali ke dalam kamar dengan perasaan kacau. Ia meraih ponselnya, mencoba menghubungi Dexter, namun ponsel suaminya itu tidak ak
"Ya, saya bersedia," ucap Dexter. Suaranya terdengar sangat tegas, dalam, dan tanpa keraguan sedikit pun, menggema melalui pengeras suara ballroom.Jantung Rosalina berdegup kencang, ada rasa haru yang mendadak menyeruak di dalam dadanya. Kini giliran pendeta yang berbalik menatapnya, melemparkan p






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評価
レビューもっと