ログインLiliana, seorang gadis desa yang di jodohkan dengan Pria paling berpengaruh dan sukses di Kota Malaka, Gerald Ford. Setelah menyelamatkan pria itu dari kematian, Liliana yang dijodohkan dengan Gerald harus menelan kesedihan mendalam saat harus kehilangan bayi dalam kandungannya akibat di siksa oleh adik ipar dan kekasih masa kecil suaminya. Meski telah menikah selama 3 tahun, dan Liliana begitu tulus pada Gerald, Pria itu tetap sangat membencinya, Bahkan hingga anaknya dimakamkan, Suaminya itu tidak pernah muncul, malah pergi menemani kekasih masa kecilnya yang terluka karena jarinya tergores pisau! Liliana menyerah, kematian anaknya sudah cukup untuk terus tenggelam dalam cintanya yang bodoh. Setelah menandatangani surat cerai, Lilia menghubungi Adam Smith, kakak angkatnya yang telah sukses menggeluti bidang pengobatan di luar negeri dan menyatakan diri untuk bergabung. Di dunia ini, selain Adam dan Ibu angkatnya yang telah tiada, tidak seorangpun tahu bahwa Liliana menguasai teknik pengobatan alternatif dan peracik obat tradisional paling di cari dan di hormati di dunia medis. Setelah 5 tahun berada diluar negeri, Liliana kembali dengan nama dan identitas baru. Tapi saat pertama kali bertemu di pesta, Gerald malah menggila dan berkata : "Kamu pergi seenaknya, kamu pikir aku akan melepaskanmu?" Liliana menatapnya dengan dingin dan berkata, "Tuan Ford, kita sudah bercerai, jangan sok akrab denganku."
もっと見るLiliana menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk berbincang dengan orang tua Gerald. Menurut kacamata Liliana, Arthur dan Dahlia adalah orang yang baik. Tapi, apa yang mereka lakukan pada Gerald memang bisa dikatakan salah. Ada banyak cara orang tua melindungi anaknya, tapi meninggalkan seorang anak untuk mewujudkan keinginan sendiri adalah keegoisan."Tante, Om, maafin aku, tapi sekali lagi aku akan menyampaikan bahwa aku cuma bisa bantu membujuk Gerald. Keputusan akhir tetap ada padanya. Aku nggak mau paksa dia kalau dia benar-benar nggak mau ketemu Om dan Tante."Dahlia dan Arthur saling menatap. Sorot mata mereka terlihat sedih, tapi bagi Liliana perasaan Gerald jauh lebih penting."Om, Tante, suamiku sudah banyak menanggung beban. Dia juga memiliki penyakit asam lambung yang cukup parah, jadi aku nggak mau terlalu menekannya. Tapi ... aku akan mengusahakan yang terbaik agar suamiku mau bertemu dengan kalian ..." ucap Liliana pada akhirnya.Dahlia tersenyum sembari menangis, "Teri
Nenek Ford tersenyum tipis, merasa lega karena Gerald akhirnya tahu orang seperti apa Grace sebenarnya. Selama ini, Nenek Ford ingin sekali memberi tahu Gerald tentang hubungan Grace dan keluarganya dengan orang berbahaya seperti keluarga Arthur.Nenek Ford kemudian meraih tangan Gerald yang masih mengepal kuat di atas meja. Tatapannya memohon, penuh dengan sisa air mata yang belum kering."Gerald... Nenek tahu kamu terluka dan sangat kecewa. Tapi, setelah semua yang Nenek ceritakan, apa kamu tidak ingin mendengar penjelasan langsung dari mereka? Setidaknya berikan ibumu kesempatan untuk bicara sekali saja. Nenek yakin, dia punya alasan yang kuat kenapa dia melakukan semua itu pada kita, terutama padamu, Nak..."Gerald menarik tangannya perlahan. Sorot matanya tidak dapat ditebak, namun jelas terlihat kosong dan hampa. "Bicara apa, Nek? Tentang bagaimana mereka meninggalkanku di sini sementara mereka hidup bahagia di luar sana? Jika Ibu tidak gila, berarti dia sadar saat dia memilih u
Nenek Ford menatap jemarinya yang mulai berkeriput, lalu perlahan beralih pada cucu kesayangannya. "Gerald... ada apa? Kenapa kamu menatap Nenek seperti itu?"Gerald terdiam cukup lama. Ia menyingkirkan piring sarapannya yang masih utuh ke samping, memberikan ruang kosong di antara mereka—sebuah ruang yang terasa seperti jurang pemisah."Nek," suara Gerald rendah, bergetar oleh emosi yang berusaha ia redam. "Nek, apa ibuku benar-benar mengidap gangguan jiwa seperti yang Nenek katakan selama ini?"Pertanyaan itu bagaikan petir di siang bolong. Nenek Ford terkesiap, dadanya naik turun dengan cepat. Sendok yang ia pegang berdenting jatuh ke atas meja."Kenapa... kenapa kamu bertanya seperti itu, Nak?" suara Nenek Ford mulai serak. Air mata yang tadi hanya berkaca-kaca kini mulai mengalir jatuh. "Nenek melihatnya... Nenek melihat putri Nenek menjerit, dia tidak mengenali Nenek, dia menghancurkan barang-barang... Itu adalah pemandangan paling menyakitkan bagi seorang ibu."Nenek Ford menut
Napas Liliana semakin pendek saat ciuman Gerald berpindah ke lehernya, meninggalkan sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuh. Tangan nakal Gerald mulai merayap turun menyentuh sesuatu yang sudah basah di bawah sana. Liliana memekik tertahan ketika jemari suaminya mulai menari di sana, menciptakan perasaan nikmat familiar yang masih terasa aneh baginya. Tubuh Liliana melengkung secara naluriah dan Gerald memanfaatkannya untuk menyesap manisnya puncak dada istrinya yang menegang karena gairah."Mmmh...." Satu desahan tertahan lolos dari bibir Liliana.Di tengah kabut gairah yang mulai menyelimuti kesadarannya, Liliana mencoba menahan dada Gerald dengan kedua telapak tangannya yang gemetar."Gerald... tunggu," bisik Liliana terengah-engah.Pria itu berhenti sejenak, namun tidak menjauhkan wajahnya. Hembusan napas Gerald yang hangat terasa di ceruk leher Liliana, membuat bulu kuduk wanita itu meremang. "Kenapa? Kamu bilang tadi kamu sudah bangun, kan?" Suara Gerald terdengar serak dan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビューもっと